IHSG Hari Ini Ditutup Melonjak 1,56%, Respon Positif Suku Bunga BI

IHSG ditutup melonjak 1,56% ke level 6.374 pada Rabu, 23 September 2026. Simak kaitannya dengan BI Rate serta daftar saham top gainers hari ini.

TERKINI24.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan dengan catatan manis dan melaju pesat. Laju indeks saham domestik pada penutupan perdagangan hari Rabu, 23 September 2026 melonjak signifikan sebanyak 97,86 poin atau setara 1,56 persen menuju level 6.374,91.

Kenaikan tajam ini dipicu oleh respon positif para pelaku pasar modal terhadap kepastian arah kebijakan moneter nasional. Pengumuman keputusan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75% sukses menyuntikkan optimisme segar serta rasa percaya diri bagi investor untuk kembali mengoleksi saham.

Sentimen penahanan suku bunga tersebut memberikan angin segar karena mampu menjaga stabilitas perekonomian serta nilai tukar rupiah di tengah dinamika global. Kepastian moneter ini mendorong aksi beli masif yang membuat 448 saham bergerak naik, sementara 186 saham mengalami penurunan dan 159 saham bertahan stagnan.

Memantau Penguatan Seluruh Sektor Saham

Pergerakan indeks pada penutupan perdagangan sore ini ditopang oleh penguatan seluruh sektor industri di bursa. Kinerja sektor barang baku memimpin panggung kenaikan dengan melesat sebesar 3,47 persen hingga menjadi motor utama penggerak laju IHSG.

Sektor energi turut mencatatkan lonjakan tajam sebesar 2,59 persen berkat dorongan kenaikan harga komoditas global. Sementara itu, sektor barang konsumen siklikal ikut menyokong tren hijau dengan membukukan kenaikan mencapai 2,49 persen.

Aktivitas perdagangan di bursa saham hari ini terbilang sangat padat dan bergairah. Total volume transaksi yang berhasil diperdagangkan menyentuh angka 36,09 miliar saham dengan nilai kapitalisasi transaksi keseluruhan mencapai Rp12,54 triliun.

Mengidentifikasi Saham Top Gainers LQ45

Di tengah penguatan IHSG yang dipicu kestabilan BI Rate, sejumlah emiten berkapitalisasi besar yang tergolong dalam indeks LQ45 mencatatkan lonjakan harga yang sangat fantastis. Investor yang mengincar emiten komoditas serta energi mendulang keuntungan besar pada perdagangan kali ini.

Posisi teratas saham pencetak kenaikan tertinggi (top gainers) di indeks LQ45 ditempati oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) yang meroket hingga 10,04 persen. Penguatan tajam ini disusul oleh emiten jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melesat 9,20 persen.

Selanjutnya, emiten tambang logam PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga berhasil meraup kenaikan impresif sebesar 8,83 persen. Ketiga emiten ini menjadi pendorong utama yang membawa indeks saham melaju perkasa di zona hijau hingga akhir sesi penutupan.

Meninjau Saham Penahan Laju Indeks

Meskipun mayoritas saham dan sektor mengalami lonjakan drastis, beberapa emiten papan atas masih harus tertahan di zona merah pada akhir sesi perdagangan. Aksi ambil untung (profit taking) dari para pemodal menjadi pemicu utama koreksi tipis pada saham-saham tersebut.

Jajaran top losers di indeks LQ45 dipimpin oleh emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang terkoreksi sebesar 1,91 persen. Tekanan jual juga menimpa saham telekomunikasi milik BUMN, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yang melemah 1,21 persen.

Selain itu, emiten distribusi gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turut mengalami penurunan sebesar 1,03 persen. Meskipun demikian, tekanan dari jajaran top losers ini tidak sampai menyurutkan laju IHSG yang tetap perkasa menutup hari pada posisi resilienz.