IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Tipis Saat Investor Asing Lakukan Aksi Jual Bersih Rp379 Miliar

IHSG hari ini ditutup melemah ke level 6.595,78 di tengah aksi jual investor asing yang mencapai nilai Rp379,67 miliar di pasar saham.

IHSG hari ini ditutup melemah tipis 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595,78 pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Pergerakan bursa saham domestik terlihat cenderung volatil sepanjang hari meski sempat menyentuh level tertinggi di 6.629,54.

Penurunan indeks ini terjadi bersamaan dengan aksi lepas portofolio oleh pemodal mancanegara di pasar modal Indonesia. Kondisi pasar yang naik turun ini membawa sinyal penting bagi para pemegang tabungan saham maupun investor ritel.

Fluktuasi harga saham sektor komoditas langsung berdampak pada nilai portofolio investasi harian masyarakat. Bagi para pencari deviden dan pemegang dana pensiun, pergerakan bursa ini menjadi momentum untuk menata ulang alokasi modal.

Pergerakan Bursa dan Transaksi Pasar

Laju indeks saham pada pembukaan perdagangan pagi berada pada posisi 6.625,39 sebelum akhirnya tertekan mendekati penutupan. Titik terendah pergerakan saham hari ini sempat menyentuh level 6.561,00.

Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan nilai transaksi yang terbilang cukup ramai mencapai Rp16.80triliun. Total volume saham yang berpindah tangan tercatat 63,13 miliar lembar melalui 2,44 juta kali transaksi.

Peta kekuatan saham harian memperlihatkan sebanyak 338 saham berakhir melemah di zona merah. Sementara itu terdapat 296 saham berhasil menguat dan 329 saham sisanya bertahan stagnan.

Sektor Penopang dan Penekan Indeks

Dari total 11 sektor saham di bursa, enam sektor di antaranya berhasil melaju di zona hijau. Sektor konsumer non-primer mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,75 persen sepanjang hari perdagangan.

Sektor teknologi ikut menyumbang penguatan sebesar 0,85 persen diikuti oleh sektor keuangan yang naik 0,77 persen. Penguatan pada sektor-sektor ini membantu menahan laju penurunan indeks agar tidak merosot lebih dalam.

Tekanan paling berat melanda sektor bahan baku yang harus terkoreksi hingga mencapai 1,45 persen. Sektor utilitas menyusul di zona merah dengan penurunan tercatat sebesar 1,31 persen.

Jajaran Saham Penggerak Indeks

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) tampil sebagai penopang utama IHSG dengan sumbangan 8,49 poin. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mengekor di urutan berikutnya lewat kontribusi 5,91 poin.

Saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut memberi daya dorong sebesar 4,69 poin. Saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menambah amunisi penguatan lewat sumbangan 2,74 poin.

Pergerakan positif juga ditopang oleh Olympus Strategic Indonesia (OLYM) sebesar 2,50 poin dan Bank Sinarmas (BSIM) 1,38 poin. Sisi sebaliknya mencatat saham komoditas papan atas justru menjadi pemberat pergerakan indeks.

Bayan Resources (BYAN) menjadi penekan paling besar setelah mengurangi bobot indeks hingga 4,33 poin. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyusul dengan tekanan 3,59 poin dan Astra International (ASII) 3,03 poin.

Pelemahan berlanjut pada Merdeka Gold Resources (EMAS) yang menekan 2,72 poin serta Alamtri Resources Indonesia (ADRO) 2,66 poin. Barito Renewables Energy (BREN) turun 2,47 poin disusul Bumi Resources Minerals (BRMS) 2,37 poin.

Aksi Investor Asing di Bursa

Pemodal luar negeri mencatatkan aksi jual bersih atau net sell bernilai Rp379,67miliar di seluruh pasar. Total transaksi penjualan asing mencapai Rp2,85triliun berbanding nilai pembelian sebesar Rp2,47triliun.

Meski melepas sebagian portofolio, pemodal internasional terpantau tetap mengincar saham-saham di sektor perbankan. Aksi pelepasan aset oleh pemodal luar negeri ini memicu pergeseran arus modal di pasar reguler.

Kondisi tersebut menuntut para investor ritel untuk lebih cermat dalam mengamati pergerakan harga saham harian. Kehati-hatian dalam memilih saham fundamental menjadi kunci utama dalam menjaga nilai investasi di tengah bursa yang volatil.