JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pasar modal dengan koreksi tajam pada penutupan hari ini. Tekanan jual mendominasi pergerakan bursa hingga membawa indeks acuan terpuruk ke zona merah.
Rapor merah pergerakan saham ini memberi sinyal kewaspadaan bagi para investor dan pelaku pasar harian. Penurunan indeks tepercermin dari melemahnya seluruh sektor penopang bursa domestik.
Penutupan IHSG dan Kinerja Seluruh Sektor Bursa
IHSG mengakhiri sesi perdagangan Kamis (13/8/2026) dengan penurunan sebesar 72,08 poin atau setara 1,13 persen. Penurunan tersebut menempatkan indeks pada posisi 6.301,76 hingga bel penutupan dibunyikan.
Pergerakan harga saham di papan utama mencatat sebanyak 452 saham mengalami koreksi harga. Sementara itu, terdapat 175 saham yang mampu mencatatkan kenaikan, serta 164 saham sisanya bergerak stagnan.
Tekanan besar melanda seluruh indeks sektoral tanpa terkecuali. Sektor barang baku mencatatkan penurunan paling dalam dengan koreksi mencapai 2,93 persen pada akhir perdagangan.
Sektor energi mengekor di posisi berikutnya dengan penurunan sebesar 2,32 persen. Sektor perindustrian turut memperberat langkah indeks setelah mengalami penurunan sebesar 2,30 persen.
Nilai Transaksi Saham dan Pergerakan Sesi I
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebesar 27,41 miliar saham. Nilai keseluruhan transaksi saham yang berputar pada perdagangan hari ini menyentuh angka Rp 13,29 triliun.
Koreksi IHSG sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan sesi pertama digelar. Pada penutupan Sesi I, indeks ambruk sebesar 1,18 persen atau turun menuju level 6.298 sebelum akhirnya sedikit membaik di penutupan sore hari.
Kondisi pasar yang memerah secara merata menuntut investor lebih cermat memilah portofolio. Aksi penyesuaian posisi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi gejolak harga lanjutan.
Jajaran Saham Top Losers LQ45
Pelemahan indeks kelompok saham unggulan LQ45 didorong oleh kejatuhan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Beberapa emiten dari sektor tambang dan industri mencatatkan pelemahan harga yang cukup signifikan.
Daftar saham top losers pada indeks LQ45 hari ini diisi oleh:
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-7,27%)
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (-7,04%)
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (-5,21%)
Koreksi tajam pada saham-saham tersebut menjadi pemicu utama yang menekan pergerakan indeks LQ45 secara keseluruhan. Penurunan harga saham MBMA dan ESSA bahkan sudah membayangi bursa sejak perdagangan sesi pertama.
Daftar Saham Top Gainers LQ45
Di tengah tekanan pasar yang meluas, beberapa saham anggota indeks LQ45 masih mampu mencatatkan kinerja positif. Kenaikan harga saham-saham ini memberikan penahan agar indeks tidak merosot lebih dalam.
Daftar saham top gainers pada indeks LQ45 hari ini meliputi:
- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (2,73%)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (0,84%)
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (0,83%)
Penguatan saham sektor telekomunikasi dan perbankan ini memperlihatkan adanya daya tahan pada emiten tertentu. Pelaku pasar cenderung memindahkan aset menuju saham yang dinilai defensif di tengah tekanan bursa.
Arah pergerakan harga saham esok hari akan bergantung pada dinamika transaksi serta sentimen penopang pasar. Investor disarankan memantau perkembangan teknikal serta pergerakan arus modal secara berkala.




