IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,33% Imbas Sektor Energi Anjlok Parah, Tapi Saham Ini Ngacir

IHSG hari ini ditutup anjlok ke posisi 6.589,33 akibat pelemahan seluruh sektor saham dan koreksi tajam harga minyak.

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hebat hingga keluar dari level psikologis 6.600 pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026). Penurunan tajam ini dipicu aksi jual masif investor pada seluruh sektor saham acuan.

Kondisi pasar pasar modal Indonesia melemah akibat imbas sentimen negatif pergerakan mata uang asing. Investor cenderung mengambil langkah aman menyikapi ketidakpastian pasar finansial global.

Pelemahan bursa saham ini langsung berdampak pada penurunan nilai kapitalisasi pasar secara umum. Para pelaku pasar modal merespons negatif pelemahan rupiah yang mendekati angka psikologis baru.

Berdasarkan data harian RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,33 persen atau melemah menuju posisi 6.589,33. Indeks saham unggulan LQ45 juga ikut susut sebesar 1,25 persen menuju angka 655,98.

Berapa Angka Capaian IHSG Hari Ini

Pergerakan bursa saham domestik hari ini merentang dari level tertinggi 6.712,50 hingga menyentuh posisi terendah 6.585,56. Sebanyak 516 saham melemah sehingga memberati pergerakan IHSG hingga akhir sesi.

Hanya ada 150 saham yang tercatat menguat di papan perdagangan. Sementara itu, sebanyak 127 saham memilih diam di tempat tanpa perubahan harga.

Total frekuensi transaksi pasar tercatat sebanyak 2.671.073 kali dengan volume perdagangan mencapai 51,1 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian menembus angka Rp21,6 triliun di tengah posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang bertengger di Rp17.536 per rupiah.

Mengapa Saham VICI Mengalami Transaksi Jumbo

Tinggi nilai transaksi harian bursa didorong oleh perdagangan jumbo saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) pada pasar negosiasi. Nilai perdagangan saham kosmetik ini menembus angka Rp1,3 triliun.

Harga saham VICI merosot tajam 30,19 persen menjadi Rp747 per lembar pada pasar negosiasi. Aksi jual bersih skala besar terjadi hanya dalam satu kali frekuensi transaksi dengan volume 16,77 juta lembar.

Kondisi berbeda justru terjadi pada pasar reguler karena harga saham VICI berhasil menguat. Nilai saham naik 5,71 persen menuju posisi Rp1,110 per lembar saham.

Saham VICI dibuka menguat lima poin dari angka Rp1.055 per lembar. Pergerakan saham berada pada rentang Rp1.005 hingga posisi puncak Rp1.190 per lembar.

Aktivitas jual beli saham VICI pada pasar reguler tercatat sebanyak 2.461 kali. Total volume perdagangan mencapai 16,91 juta lembar dengan nilai transaksi Rp1,3 triliun.

Sektor Mana Saja yang Mengalami Koreksi

Pelemahan indeks saham menyeret seluruh sektor tanpa terkecuali di penutupan perdagangan. Sektor energi mencatatkan penurunan paling dalam dan menjadi penekan utama IHSG.

Berikut adalah rincian persentase penurunan seluruh sektor saham di bursa:

  • Sektor energi tergelincir sebesar 2,06 persen.
  • Sektor transportasi menyusut sebesar 1,80 persen.
  • Sektor infrastruktur merosot sebesar 1,31 persen.
  • Sektor kesehatan melemah sebesar 1,22 persen.
  • Sektor bahan baku berkurang sebesar 1,19 persen.
  • Sektor industri turun sebesar 1,19 persen.
  • Sektor barang properti terpangkas sebesar 1,08 persen.
  • Sektor barang konsumen non-siklikal berkurang sebesar 1,01 persen.
  • Sektor keuangan mengalami pelemahan sebesar 0,89 persen.
  • Sektor barang konsumen siklikal susut sebesar 0,74 persen.
  • Sektor teknologi mengalami penurunan sebesar 0,56 persen.

Bagaimana Pergerakan Saham Pilihan Investor

Di tengah tekanan IHSG hari ini ditutup anjlok, beberapa saham pilihan berhasil menorehkan kinerja positif. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 4,79 persen menuju posisi Rp985 per lembar.

Harga saham CUAN dibuka menguat 10 poin dari penutupan kemarin. Nilai saham sempat menyentuh angka tertinggi Rp1.040 dengan total nilai transaksi menembus Rp1 triliun.

Kondisi berbeda dialami oleh saham PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) yang tergelincir 1,95 persen ke level Rp302 per lembar. Transaksi saham KKGI relatif sepi dengan total nilai Rp700,2 juta.

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terpangkas 2,84 persen menuju angka Rp2.050 per lembar. Nilai transaksi saham WIFI mencapai Rp66,2 miliar dari 6.870 kali frekuensi perdagangan.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sukses melaju di zona hijau dengan kenaikan 2,19 persen ke level Rp3.270 per lembar. Total nilai transaksi harian saham ANTM menembus Rp839,1 miliar.

Berikut ringkasan kinerja pergerakan saham-saham pilihan hari ini:

  • CUAN: Naik 4,79% ke Rp985 (Nilai Transaksi Rp1 Triliun).
  • ANTM: Naik 2,19% ke Rp3,270 (Nilai Transaksi Rp839,1 Miliar).
  • KKGI: Turun 1,95% ke Rp302 (Nilai Transaksi Rp700,2 Juta).
  • WIFI: Turun 2,84% ke Rp2.050 (Nilai Transaksi Rp66,2 Miliar).

Apa Faktor Penyebab Pelemahan Bursa Domestik

Tekanan pada bursa saham lokal sejalan dengan dinamika pasar keuangan global yang kurang kondusif. Investor memilih menahan diri dari transaksi berisiko tinggi.

Pelemahan mata uang rupiah memperberat beban kinerja emiten yang memiliki utang valuta asing. Kondisi ini membuat marjin keuntungan perusahaan berpotensi tergerus pada kuartal berjalan.

Sektor energi yang terkoreksi paling dalam turut memperburuk kondisi indeks saham acuan. Penurunan harga komoditas global menjadi pemicu utama aksi lepas saham sektor pertambangan.

Transisi portofolio investor menuju instrumen yang lebih aman terus berlangsung. Langkah proteksi modal ini diambil hingga kondisi makroekonomi domestik kembali stabil.

Bagaimana Solusi Bagi Investor Pasar Modal

Para analis menyarankan investor untuk tidak terburu-buru melakukan aksi jual panik di tengah kondisi IHSG hari ini ditutup anjlok. Cermati saham berfundamental kuat yang harganya sudah terdiskon.

Diversifikasi portofolio menjadi pilihan aman untuk mengurangi risiko kerugian investasi. Alokasikan sebagian dana pada instrumen pasar uang atau obligasi pemerintah.

Pilihlah saham yang membagikan dividen secara rutin untuk menjaga imbal hasil investasi harian. Langkah ini efektif meredam dampak penurunan harga saham jangka pendek.

Pantau terus pergerakan nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga acuan terbaru. Keputusan investasi yang rasional sangat dibutuhkan dalam menghadapi volatilitas pasar saham saat ini.

Kejatuhan IHSG hari ini ditutup anjlok hingga menembus level 6.589,33 mencerminkan tingginya tekanan pasar akibat pelemahan seluruh sektor saham dan depresiasi rupiah. Tekanan pasar negosiasi pada saham VICI serta koreksi sektor energi mempertegas kehati-hatian investor dalam mengelola portofolio saham. Meski demikian, peluang penguatan lanjutan pada saham-saham berfundamental solid seperti ANTM dan CUAN tetap terbuka seiring dengan penyesuaian pasar di sesi perdagangan berikutnya.