Jakarta, Terkini24.id – Pergerakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan dinamika fluktuatif pada perdagangan bursa saham domestik. Pergerakan IHSG Hari Ini, yang sempat dibuka menguat, berubah menjadi siang loyo usai terkoreksi tipis 0,57 poin atau 0,01 persen ke level 6.350,56 pada sejam pertama transaksi, Kamis (6/8/2026).
Rentang pergerakan indeks acuan pasar modal Indonesia berada pada kisaran 6.337 hingga 6.388. Pergerakan ini terjadi di tengah dinamika transaksi investor yang aktif sejak pembukaan sesi pertama.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan volume transaksi saham mencapai 15,2 miliar lembar saham pada satu jam pertama. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai angka sebesar Rp5,98 triliun.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa mencatatkan frekuensi jual beli sebanyak 875.231 kali transaksi. Pelaku pasar aktif melakukan penyesuaian portofolio terhadap berbagai emiten di pasar modal.
Berdasarkan data papan utama BEI, terdapat 261 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Sementara itu, sebanyak 316 saham mengalami penurunan harga dan 205 saham sisanya bergerak stagnan.
Kelompok saham berkapitalisasi besar atau blue chip dalam Indeks LQ45 cenderung memperlihatkan kondisi stabil. Pergerakan konstituen LQ45 menahan pergerakan indeks agar tidak tertekan lebih jauh.
Dinamika perdagangan IHSG turut diwarnai oleh lonjakan harga pada lima saham yang masuk jajaran top gainers. Sebagian saham unggulan harian tersebut bahkan berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
Kondisi bursa saham domestik berjalan searah dengan pasar saham kawasan Asia yang bergerak bervariasi pada kurun waktu bersamaan. Sejumlah bursa utama Asia menampilkan kinerja beragam antara penguatan dan pelemahan.
Indeks Shanghai di China tercatat menguat 0,23 persen dan Indeks Straits Times di Singapura melesat 0,95 persen. Kinerja kedua bursa kawasan tersebut memberi dorongan positif di Asia.
Namun, Indeks Nikkei di Jepang tercatat mengalami penurunan hingga 1,56 persen. Pelemahan ini diikuti Indeks Hang Seng di Hong Kong yang melamah 1,65 persen pada waktu yang sama.