TERKINI24.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan dengan berada di zona hijau. Laju indeks saham domestik pada pembukaan perdagangan hari Rabu, 23 September 2026 mencatatkan posisi awal pada level 6.297,955.
Data pasar dari RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB memperlihatkan IHSG menguat tipis sebesar 2,736 poin atau setara 0,04 persen menuju posisi 6.279,780. Sepanjang rentang waktu tersebut, pergerakan indeks bergerak dinamis di antara level terendah 6.276 hingga level tertinggi 6.321.
Sinyal pemulihan tipis ini menjadi perhatian para pelaku pasar modal setelah pada perdagangan hari Selasa, 22 September 2026, IHSG sempat ditutup melemah 1,7 persen. Penurunan tersebut diiringi aksi jual bersih investor asing (net sell) yang mencapai angka Rp672 miliar dengan tekanan jual terbesar pada saham BBRI, TINS, BBCA, BMRI, serta TPIA.
Memantau Sentimen Bursa Global Dan Regional
Pergerakan pasar saham domestik hari ini terpengaruh oleh kondisi bursa saham global yang menunjukkan dinamika bervariasi. Riset harian BNI Sekuritas mencatat indeks Wall Street ditutup beragam, di mana indeks Nasdaq sukses mencetak rekor penutupan tertinggi berkat dorongan penguatan saham Micron Technology serta emiten berbasis teknologi AI.
Di sisi lain, indeks S&P 500 ditutup stagnan pada level 7.764,64 di tengah tingginya harga komoditas minyak dunia yang bertahan pada kisaran USD100 per barel. Indeks Dow Jones Industrial Average turut mengalami penurunan tipis sebesar 0,36 persen.
Sementara itu, mayoritas bursa saham kawasan Asia menutup perdagangan hari Selasa, 22 September 2026 di zona hijau. Indeks Hang Seng Hong Kong mencatatkan kenaikan 0,18 persen, Taiex Taiwan menguat 0,17 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,15 persen, dan indeks ASX 200 Australia bertambah 0,30 persen.
Memprediksi Arah Pergerakan Teknis IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan analisis teknikal terkait arah pergerakan indeks hari ini. Pihaknya menilai IHSG menyimpan potensi untuk mengalami pemulihan jangka pendek (short term teknikal rebound).
“IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6.300-6.320. Hati-hati jika gagal break di atas 6.320, potensi lanjut koreksi ke 5.850-6.100 middle term. Diperkirakan support IHSG: 6.200-6.220 dan resist IHSG: 6.300-6.320,” kata Fanny Suherman dalam keterangan riset tertulisnya.
Tingkat support dan resisten ini menjadi patokan penting bagi para investor untuk mengukur batasan risiko sebelum mengeksekusi keputusan transaksi di pasar reguler.
Memilih Rekomendasi Saham Pilihan Dan Trading Plan
Guna mengoptimalkan peluang keuntungan di tengah dinamika pasar, BNI Sekuritas merilis enam rekomendasi saham pilihan beserta panduan batas beli dan target harga bagi para investor:
MDIA
Disarankan Spec Buy pada rentang harga Rp175–Rp177, dengan batas cutloss di bawah Rp175. Target harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp184–Rp190.
BUMI
Disarankan Spec Buy pada rentang harga Rp180–Rp184, dengan batas cutloss di bawah Rp179. Target harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp188–Rp190.
DSSA
Disarankan Spec Buy pada rentang harga Rp970–Rp980, dengan batas cutloss di bawah Rp970. Target harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp1.015–Rp1.025.
MDKA
Disarankan Spec Buy pada rentang harga Rp2.800–Rp2.830, dengan batas cutloss di bawah Rp2.800. Target harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp2.870–Rp2.940.
INET
Disarankan Buy on Weakness pada rentang harga Rp304–Rp316, dengan batas cutloss di bawah Rp302. Target harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp320–Rp330.
ADRO
Disarankan Buy on Weakness pada rentang harga Rp2.580–Rp2.610, dengan batas cutloss di bawah Rp2.570. Target harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp2.630–Rp2.680.
Disclaimer: Setiap keputusan adalah hak dan tanggung jawab masing-masing. Artikel ini hanya berisi rekomendasi berdasarkan data.