IHSG Dibuka Menguat 37 Poin di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

IHSG hari ini dibuka naik 37,05 poin ke level 6.632,83 di tengah dinamika geopolitik global dan kesepakatan RAPBN 2027.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 37,05 poin atau 0,56 persen ke level 6.632,83 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Pergerakan positif ini terjadi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang ikut terangkat 3,30 poin menuju posisi 655,17.

Penguatan IHSG dipicu oleh respon positif investor lokal terhadap kesepakatan target ekonomi makro pemerintah, meski bursa global sempat tertekan isu geopolitik. Kenaikan harga saham ini memberi angin segar bagi nilai portofolio investasi reksa dana maupun saham para investor ritel domestik.

Pasar modal Indonesia berhasil bangkit karena dorongan bursa kawasan Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau. Kondisi ini membuat dana investor kembali masuk ke pasar saham tanah air setelah sempat tertahan pada perdagangan sebelumnya.

Proyeksi Pergerakan Indeks Saham Domestik

Peluang kenaikan IHSG dinilai masih terbuka lebar selama posisi indeks mampu bertahan pada batas bawah atau support area 6.510. Target penguatan terdekat berada pada batas atas atau resistance level 6.635 untuk menutup celah harga yang sempat terbuka.

Jika pasar mulai melakukan aksi jual untuk mengambil keuntungan, IHSG berisiko berbalik arah. Penurunan diperkirakan bergerak menuju level penahan berikutnya di kisaran 6.551 hingga 6.454.

Dampak Konflik Geopolitik dan Ekonomi Global

Kondisi bursa luar negeri sebenarnya sedang dibayangi peningkatan suhu politik di wilayah Timur Tengah. Aksi saling serang antara pihak militer Amerika Serikat dan pasukan Iran memicu kecemasan baru atas jalur pasokan energi dunia.

Sisi ekonomi Amerika Serikat juga memperlihatkan tanda perlambatan dari data penyerapan tenaga kerja yang berada di bawah perkiraan. Pelaku pasar global kini memilih bersikap hati-hati sambil menanti arah penetapan suku bunga acuan terbaru.

Kesepakatan Target Ekonomi Makro Terbaru

Pemerintah bersama Komisi XI DPR resmi menyepakati batas indikator ekonomi dasar untuk penyusunan anggaran negara tahun mendatang. Target kenaikan ekonomi ditetapkan sebesar 6,0 persen, angka yang dipatok lebih tinggi dari pencapaian kuartal sebelumnya sebesar 5,29 persen.

Ketentuan angka penopang ekonomi tersebut mencakup beberapa tolok ukur utama:

  • Kenaikan ekonomi nasional dipatok sebesar 6,0%
  • Tingkat kenaikan harga barang atau inflasi ditargetkan pada 2,5%
  • Patokan nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.500 per USD
  • Tingkat kupon atau yield SBN 10 Tahun ditetapkan sebesar 6,9%

Kondisi Bursa Internasional dan Regional

Pasar saham Amerika Serikat sempat ditutup bervariasi dengan kenaikan pada indeks utama Dow Jones sebesar 0,56 persen. Langkah berlawanan justru terjadi di bursa Eropa yang kompak mengalami penurunan harga saham.

Kawasan Asia bergerak lebih kompak menuju zona hijau pada perdagangan pagi hari. Indeks Nikkei Jepang merangkak naik 0,08 persen, sementara bursa Singapura ikut merangkak menguat 0,47 persen.