Igor Tolic Tegaskan PERSIB Bandung Fokus Kebugaran di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Persib
Igor Tolic Persib

Halo para Bobotoh, kabar terbaru datang dari dapur internal Pangeran Biru jelang turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Tim kebanggaan Jawa Barat ini telah menetapkan arah tujuan mereka, yakni bukan sekadar memburu trofi, melainkan mematangkan kesiapan fisik.

Menatap jadwal musim ini yang sangat padat, pelatih Igor Tolic memilih untuk memanfaatkan turnamen ini sebagai sarana pemulihan kondisi seluruh pemain. Ini adalah awal dari perjalanan panjang PERSIB yang akan berlaga di empat kompetisi berbeda tahun ini.

Mari kita bedah lebih dalam rencana persiapan tim yang bermarkas di Bandung ini untuk menyambut musim baru.

Fokus Kebugaran Fisik

Staf pelatih PERSIB secara tegas menyatakan tidak akan membebani skuad dengan target juara di Piala Presiden 2026. Turnamen ini akan dimaksimalkan untuk mempercepat proses adaptasi pemain baru dengan atmosfer klub yang sangat kompetitif. Pelatih Igor Tolic menekankan bahwa kesehatan dan stamina pemain menjadi prioritas di atas pencapaian hasil pertandingan.

“Kami tidak memiliki ekspektasi apa pun di Piala Presiden. Kami akan mencoba menjadikannya sebagai bagian dari periode persiapan kebugaran fisik pemain,” kata Tolic. Pendekatan ini diambil agar para pemain mampu menahan beban kerja tinggi sepanjang tahun. Kebugaran fisik yang prima dianggap sebagai fondasi utama sebelum klub terjun ke medan laga yang lebih berat.

Adaptasi Menuju Jadwal Padat

PERSIB menghadapi tantangan besar karena harus membagi fokus ke empat kompetisi berbeda sepanjang musim ini. Salah satu agenda yang menyita perhatian adalah keikutsertaan klub di ajang AFC Champions League Two yang menuntut performa puncak secara konsisten. Tim pelatih harus memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik saat memasuki bulan September nanti.

“Target utama bagi kami adalah untuk siap menghadapi pertandingan-pertandingan AFC Champions League Two, yaitu untuk siap menghadapi empat kompetisi lainnya. Kami menggunakan Piala Presiden agar para pemain bisa mengenal klub, Bobotoh, sekaligus menjadi lebih bugar dan siap menghadapi bulan September,” tambah Tolic. Fokus ini menjadi bukti bahwa manajemen klub memandang masa depan tim untuk jangka waktu yang lebih panjang daripada sekadar turnamen pramusim.

Komposisi Pemain dan Tim Nasional

Situasi di lapangan cukup dinamis karena banyak pilar penting PERSIB yang harus membela Timnas Indonesia. Hal ini membuat pelatih harus melakukan penyesuaian komposisi dengan mengombinasikan pemain asing dan pemain muda berbakat. Kepastian mengenai ketersediaan pemain pun masih terus dikoordinasikan dengan pihak federasi agar tidak merugikan kedua belah pihak.

Adapun rencana komposisi yang akan diusung tim pelatih meliputi:

  • Pemain Asing: Sebagai penopang pengalaman dan pengatur tempo permainan di lapangan tengah serta belakang.
  • Pemain Muda: Diberikan kesempatan unjuk gigi untuk meningkatkan jam terbang dan adaptasi taktik.
  • Pemain Senior: Bergantung pada keputusan pemanggilan tim nasional untuk memastikan rotasi yang tepat.

“Tahun ini ada keadaan khusus karena tim nasional sedang bersiap-siap untuk untuk kompetisi mereka. Jadi, pada dasarnya kami ingin membantu Indonesia, kami ingin membantu tim nasional. Dan kami memiliki jumlah pemain yang besar di tim nasional,” ucapnya.

“Jadi, kami mencoba berkomunikasi dengan mereka juga untuk beberapa pemain agar agar tersedia bagi kami. Mereka (Timnas) akan membuat pilihan, kami perlu tahu siapa siapa yang kami miliki untuk pertandingan. Jadi kami sebenarnya masih belum tahu berapa banyak pemain yang yang akan kami miliki. Kami akan menjadi kombinasi dari para pemain asing dan pemain-pemain muda. Jadi, kita tidak memiliki ekspektasi apa pun di Piala Presiden,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para pemain muda untuk berkembang sekaligus menjaga kebugaran pemain inti yang ada. Dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas, PERSIB menunjukkan komitmen penuh terhadap perkembangan sepak bola Indonesia sembari tetap mengamankan kesiapan fisik pemain untuk mengarungi kompetisi yang sesungguhnya di masa depan.