Heboh Beras Fortifikasi Abal-abal, Bulog Jamin Pasokan Beras Premium Aman di Ritel Modern

Bulog menjamin pasokan beras premium tetap aman di ritel modern usai penarikan puluhan produk akibat kasus beras fortifikasi.

Terkini24.id – Perum Bulog menjamin pasokan beras premium milik pemerintah tetap tersedia di ritel modern usai penarikan 40 merek beras fortifikasi yang bermasalah. Langkah cepat ini diambil untuk mencegah kelangkaan barang sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di masyarakat.

Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak penarikan produk yang tidak memenuhi standar uji laboratorium tersebut. Kehadiran stok pemerintah menjadi jaminan agar kebutuhan pangan pokok harian warga tetap terpenuhi tanpa hambatan.

Pengawasan ketat langsung dilakukan oleh pimpinan lembaga pangan negara di lapangan guna memantau ketersediaan barang. Berikut penjelasan lengkap mengenai penanganan kasus beras fortifikasi serta langkah pengamanan stok nasional.

Bulog Gelar Inspeksi Ritel Modern

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memerintahkan jajarannya menggelar inspeksi mendadak ke berbagai pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi komoditas beras pemerintah sampai ke tangan konsumen.

Pemeriksaan lapangan difokuskan pada kawasan padat penduduk untuk memantau pergerakan stok secara langsung. Upaya penyisiran dilakukan dari pagi hingga malam hari demi menjaga stabilitas pasokan di tingkat pedagang eceran.

“Ya kami sudah perintahkan seluruh jajaran di kota-kota besar khususnya, hari ini dari tadi pagi sampai malam ini untuk melaksanakan sidak ke berbagai ritel-ritel modern, untuk memastikan supaya produk beras Bulog itu ada di ritel-ritel modern. Kami khawatir dampak dari penarikan 40 merek produk beras fortifikasi. Ini akan kami antisipasi, jangan sampai kosong di pasaran,” kata Rizal saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu ritel modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Stok Beras Kota Besar Terjamin

Hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa ketersediaan beras milik pemerintah masih berada dalam kondisi aman. Penjualan di tingkat ritel modern terpantau berjalan normal tanpa ada kelangkaan.

“Oleh karena itu kami cek, alhamdulillah di ritel modern Radio Dalam ini ternyata masih ada beras Bulog, dan stoknya banyak,” ujarnya.

Pengawasan secara intensif dilakukan serempak di wilayah metropolitan untuk memperkuat kepercayaan publik. Penjelasannya mencakup koordinasi lintas daerah dari Pulau Sumatra hingga Pulau Bali.

“Ya kami laksanakan serempak ini untuk kota-kota besar Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, kemudian Sumatera Utara, Medan, Riau, Bali. Semuanya saya perintahkan untuk mengecek, supaya meyakinkan kepada publik nasional bahwa beras premium pemerintah juga hadir di ritel-ritel modern maupun pasar-pasar rakyat,” tutur dia.

Harga Jual Sesuai Ketentuan HET

Selain mengecek ketersediaan fisik, pemeriksaan ini membandingkan patokan harga jual komoditas pemerintah dengan merek komersial lainnya. Produk pangan pemerintah terbukti dijual jauh lebih murah sesuai batasan harga eceran tertinggi.

Beras merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos dipasarkan seharga Rp74.500 per kemasan lima kilogram. Nominal ini berbanding jauh dari harga merek swasta yang beredar di pasaran.

“Kalau ini bisa dilihat, ini beras kita, beras Bulog harganya Rp74.500 per 5 kg, baik Befood Sentra Ramos maupun Punokawan Rp74.500. Nah contoh nih beras Anak Raja Rp94.500, Topi Koki ini yang 5 kg Rp126.900. Jadi harganya cukup jauh, ini dengan Anak Raja saja bedanya Rp20.000 apalagi dengan Topi Koki, Topi Koki bedanya hampir sekitar Rp50.000 lebih,” sebut Rizal.

Negara Intervensi Kestabilan Harga Pasar

Perbedaan selisih harga yang cukup tinggi menegaskan fungsi pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat. Kebijakan penetapan harga terjangkau menjadi bantalan ekonomi di tengah maraknya kasus beras fortifikasi abal-abal.

“Nah ini menunjukkan kehadiran negara memberikan harga-harga yang terendah kepada masyarakat. Tujuannya di situasi saat ini perlu support dari pemerintah untuk memberikan harga yang terbaik untuk konsumen, khususnya masyarakat,” katanya.

Penanganan polemik kasus beras fortifikasi disikapi dengan menggelontorkan cadangan cadangan beras premium dari dalam gudang penyimpanan. Instruksi khusus telah disebarkan ke seluruh wilayah kerja di Indonesia.

“Ya kita dorong terus, kami sudah sampaikan melalui zoom meeting seluruh Indonesia untuk menggelontorkan beras-beras premium yang dimiliki di gudang, untuk keperluan masyarakat, antisipasi terkait dengan nanti akan dilaksanakan penarikan beras-beras yang fortifikasi yang tidak sesuai dengan komposisinya demikian,” pungkas dia.

Respons cepat Perum Bulog dalam mengamankan pasokan beras premium menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Sinergi pengawasan serta penggelontoran cadangan cadangan beras secara masif diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketenangan masyarakat usai kasus beras fortifikasi mencuat.