Gus Kikin Usul Qanun Asasi Mbah Hasyim Jadi Rujukan Utama PBNU di Muktamar NU ke-35

Gus Kikin mendorong penataan PBNU lewat pengembalian rujukan Qanun Asasi Mbah Hasyim dan penguatan ekonomi berbasis pasar warga Nahdliyin.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau biasa dipanggil Gus Kikin, menawarkan gagasan besar menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, Sabtu (29/8/2026). Ia mendorong agar dokumen sejarah Qanun Asasi susunan KH Hasyim Asy’ari dihidupkan kembali sebagai rujukan dasar jalannya roda organisasi.

Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan arah perjuangan NU ke khittah awal berdirinya lembaga. Penggunaan landasan ini diyakini mampu menjaga fokus jamiyyah dalam mengurus umat tanpa terdistraksi oleh agenda politik praktis.

Gagasan ini berpotensi membawa perubahan arah kebijakan PBNU, terutama bagi jutaan warga Nahdliyin di tingkat akar rumput. Penguatan fondasi organisasi dan kemandirian ekonomi yang diusung diprediksi bakal langsung berdampak pada kesejahteraan warga NU.

Menghidupkan Kembali Manuskrip Qanun Asasi

Qanun Asasi merupakan dokumen landasan utama yang digunakan pada awal berdirinya NU. Dokumen historis tersebut sempat terpinggirkan saat NU bertransformasi menjadi partai politik pada 1952.

Naskah bersejarah tersebut baru ditemukan kembali sekitar tiga tahun lalu oleh tim peneliti. Pihak Tebuireng lantas mencetak ulang dokumen itu dalam bentuk buku agar mudah dipelajari pengurus.

Gus Kikin menilai rujukan awal ini harus dipakai lagi oleh pengurus PBNU era sekarang. Langkah ini bertujuan agar tata kelola organisasi kembali lurus sesuai cita-cita pendirinya.

Potensi Pasar Besar Warga Nahdliyin

Selain fokus perbaikan tata kelola, penguatan ekonomi menjadi prioritas program yang ditawarkan. Jumlah warga NU yang melimpah dipandang sebagai aset pasar ekonomi yang luar biasa besar.

Pengelolaan potensi pasar ini perlu ditata secara rapi agar memberi dampak ekonomi nyata. Kemandirian ekonomi warga dinilai bisa terwujud jika potensi internal tersebut digarap serius.

Sektor ekonomi digital juga dibidik sebagai jalan baru untuk memajukan usaha warga. Penataan sistem dagang modern menjadi kunci agar warga NU mampu bersaing di pasar digital.

Pencalonan Murni Dorongan Pengurus Daerah

Terkait pencalonannya di bursa Ketum PBNU, Gus Kikin menegaskan tidak pernah mengajukan diri secara pribadi. Langkah maju ini murni merupakan amanah yang ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur.

Persiapan yang dilakukannya selama ini berfokus pada kerja pengabdian harian di organisasi. Silaturahmi dengan pengurus daerah terus dijalin untuk mempererat rasa persaudaraan.

Hubungan baik dengan berbagai tingkatan pengurus diyakini menjadi modal utama menggerakkan organisasi. Pendekatan pertemanan yang hangat dirasa lebih efektif ketimbang aksi kampanye formal.

Kriteria Rais Aam Ideal Menurut Gus Kikin

Mengenai sosok Rais Aam PBNU yang ideal, Gus Kikin enggan menunjuk nama kiai tertentu. Ia lebih memilih menjabarkan kriteria ulama yang layak menduduki posisi tertinggi tersebut.

Syarat utama Rais Aam adalah memiliki tingkat kedalaman ilmu agama yang sangat mumpuni. Kedalaman ilmu tersebut wajib menjadi benteng utama dalam mengawal jamiyyah.

Selain ilmu, seluruh perilaku dan tindakan sang ulama wajib berlandaskan pedoman keilmuan Islam. Sosok pemimpin tertinggi ini diharapkan bisa menjadi teladan moral bagi seluruh warga Nahdliyin.