Gunung Awu Sangihe “Waspada”, Ratusan Gempa Vulkanik Dangkal Terdeteksi

Aktivitas Gunung Awu Sangihe berada di atas normal dengan ratusan gempa vulkanik. Warga dilarang beraktivitas radius 3 km dari kawah.

Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara mencatatkan aktivitas vulkanik di atas normal. Pengamatan instrumen menunjukkan peningkatan signifikan pada gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh.

Masyarakat serta wisatawan imbau meningkatkan kewaspadaan terkait kondisi ini. Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan pembatasan zona bahaya demi keselamatan warga sekitar lokasi.

Lonjakan Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat ratusan aktivitas kegempaan Gunung Awu sepanjang periode pengamatan 1-15 Agustus 2026. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan detail rekaman instrumen selama dua pekan pengamatan tersebut.

“Dari pengamatan instrumental periode 1-15 Agustus 2026 terekam sebanyak 323 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 21 kejadian per hari, 32 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal, empat kali gempa terasa skala I-II MMI dan 523 kali gempa tektonik jauh (TJ),” kata Lana Saria dalam laporan evaluasi Gunung Awu yang diterima ANTARA di Manado, Kamis.

Energi gempa vulkanik keseluruhan yang tercermin dari nilai perataan amplitudo rekaman gempa Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan grafik fluktuatif.

Trend grafik RSAM secara umum terus mengalami peningkatan. Kondisi ini terpengaruh tingginya aktivitas gempa tektonik sekitar Gunung Awu serta intensitas gempa vulkanik dangkal.

Kondisi Visual Kawah dan Status Waspada

Pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak menunjukkan perubahan signifikan sejak awal Juli 2024. Embusan asap kawah juga tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api.

Aktivitas hembusan asap terpantau masih berkisar dalam kawah dan tidak melewati puncak. Suhu bagian dalam kawah tidak mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya.

Meski visual kawah tampak tenang, akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal terus meningkat. Kondisi menyeluruh Gunung Awu saat ini dipastikan berada di atas batas normal.

Gunung Awu saat ini bertahan pada tingkat Level II (Waspada).

Warga sekitar maupun wisatawan dilarang memasuki area radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.

Ancaman Bahaya Erupsi Magmatik dan Gas Vulkanik

Badan Geologi mengidentifikasi beberapa potensi bahaya utama yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Erupsi magmatik eksplosif dapat melontarkan material pijar hingga aliran piroklastik.

Potensi erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava juga perlu diwaspadai. Erupsi freatik yang mengeluarkan uap, gas gunung api, atau material lama turut menjadi ancaman.

Sistem magmatik yang mengalami peningkatan tekanan secara drastis berisiko memicu pembongkaran kubah lava.

Hembusan gas vulkanik juga membahayakan keselamatan jiwa jika konsentrasi gas terhirup melewati batas aman.

Perkembangan Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Peningkatan aktivitas gunung api juga melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali erupsi pada Kamis (27/8/2026) pukul 08.30 WITA.

Petugas Pemantau Gunung Lewotobi Laki-laki Bramantya Aji Putra Mahendra melaporkan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 2.500 meter dari atas puncak.

Gumpalan abu kelabu tebal terlihat bergerak mengarah ke barat daya dan barat.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar dua menit lima detik,” kata Bramantya.

Suara dentuman keras terdengar saat letusan berlangsung. Ketinggian material erupsi terukur mencapai 4.084 meter di atas permukaan laut.

Gunung Lewotobi Laki-laki menetap pada Level III (Siaga). PVMBG melarang seluruh aktivitas masyarakat dalam radius lima kilometer dari pusat letusan.