Gempa Bumi Hari Ini M 2,7 Guncang Kabupaten Bandung Pusat di Darat

Gempa bumi M 2,7 mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin 21 September 2026. Guncangan terasa di Pangalengan hingga Kertasari.

TERKINI24.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 21 September 2026 pagi. Peristiwa tektonik tersebut terjadi tepatnya pada pukul 04.33 WIB saat warga baru memulai aktivitas harian.

Guncangan gempa bumi tersebut dilaporkan terasa di beberapa daerah pemukiman di sekitar pusat episenter. Hasil analisis awal menunjukkan gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif lokal di darat.

Laporan resmi mengenai peristiwa tektonik ini telah disampaikan oleh instansi terkait guna memberikan ketenangan bagi masyarakat. Pihak berwenang mengimbau warga agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Lokasi Episenter Gempa

Gempa Hari Ini M 2,7 Guncang Kabupaten Bandung
Gempa Hari Ini M 2,7 Guncang Kabupaten Bandung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi titik pusat guncangan berada di wilayah daratan. Lokasi kedalaman gempa yang tergolong sangat dangkal membuat getaran dapat dirasakan oleh warga lokal di permukaan tanah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa terletak pada koordinat -7.24,107.62 dengan kedalaman 4 kilometer. Pusat gempa berada di darat, berjarak 27 kilometer selatan dari Kabupaten Bandung.

Informasi parameter awal ini diolah secara cepat berorientasi pada ketepatan waktu pemberitahuan. BMKG menyatakan bahwa pengolahan data masih dapat berubah seiring dengan masuknya data susulan dari stasioner pemantau lainnya.

Skala Intensitas Gempa

Dampak guncangan dari fenomena alam ini dirasakan oleh sebagian masyarakat pada wilayah kecamatan yang berada paling dekat dari titik episenter. Karakteristik gempa dangkal umumnya memicu respons kejutan meski berskala relatif kecil.

Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah Pangalengan dan Kertasari dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu melintas.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang mencatat adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa gempa bumi tersebut. Petugas lapangan dari instansi terkait masih terus memantau perkembangan situasi di lokasi terdampak.

Pengolahan Data BMKG

Penyampaian informasi kebencanaan ini berorientasi pada kecepatan pembaruan agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Oleh karena itu, data yang dipublikasikan oleh pihak BMKG berstatus sementara pada tahap awal pelaporan.

Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta mengikuti pembaruan informasi kebencanaan melalui saluran komunikasi resmi milik BMKG maupun BPBD setempat.