Terkini24.id – Langkah Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026 terhenti usai ditahan imbang Singapura 1-1 di Stadion Jalan Besar, Kallang. Hasil pertandingan tersebut menempatkan skuad Garuda di urutan ketiga klasemen akhir Grup A di bawah Vietnam dan Singapura.
Kegagalan melaju ke babak berikutnya membuat tim kepelatihan langsung mengalihkan fokus pada turnamen mendatang. Kehadiran amunisi baru dari liga-liga Eropa diharapkan menjadi kunci pembenahan performa tim secara menyeluruh.
Evaluasi Hasil Pertandingan Melawan Singapura
Hasil imbang pada laga pamungkas Grup A menutup peluang Indonesia untuk mengamankan trofi juara regional tahun ini. Skuad Garuda kalah bersaing dalam perolehan poin akhir dari dua tim teratas grup.
Meski demikian, jajaran pelatih menganggap pengalaman menghadapi tekanan tinggi di kandang lawan memberikan nilai pembelajaran. Para pemain muda mendapat ujian fisik dan mental sepanjang fase grup.
Setiap momen sulit di lapangan dinilai menjadi bahan analisis utama untuk memperbaiki kelemahan taktik. Tim teknis siap menerapkan perubahan komposisi pemain demi mendongkrak ketajaman lini serang.
Rencana Pemanggilan Pemain Kompetisi Eropa
Pelatih John Herdman telah menyiapkan skema baru dengan memanggil para pemain yang bermain di klub Eropa. Langkah ini diambil untuk memastikan kedalaman skuad Indonesia lebih solid di ajang selanjutnya.
Dua nama utama yang diproyeksikan mengisi tempat inti adalah Kevin Diks dan Jay Idzes. Pengalaman kompetisi tingkat tinggi yang dimiliki kedua pemain dipercaya mampu mengangkat kualitas permainan tim secara drastis.
“Saya rasa kehadiran Kevin Diks, Jay Idzes, dan beberapa pemain lainnya di tim ini akan membuat langkah kita semakin maju. Itulah kesempatan kita selanjutnya setelah melewatkan peluang di sini [AFF],” tutur Herdman.
Pembentukan Identitas Bermain Dan Budaya Tim
Selain pemanggilan pemain baru, tim pelatih menilai fondasi permainan tim sudah mulai terbentuk dengan baik. Indonesia konsisten memperagakan penguasaan bola serta tekanan tinggi kepada lawan saat bermain di luar kandang.
Persiapan matang dijadwalkan bakal dimulai pada agenda internasional terdekat guna memantapkan pola koordinasi antar lini. Kedisiplinan taktik menjadi fokus utama yang terus diasah sebelum turun di turnamen baru.
“Sebagai staf pelatih dan pemain, kita telah meletakkan fondasi budaya yang baik. Para pemain telah berjuang untuk satu sama lain,” ujarnya.
“Secara taktik, Anda dapat melihat ada identitas yang jelas. Kita bermain tandang, kita melakukan pressing tinggi, kita mendominasi bola. Dan di masa depan, kita harus memenangkan trofi itu.”
Target Pembenahan Menjelang FIFA ASEAN Cup
Herdman meminta pendukung sepak bola nasional untuk memberi waktu bagi proses pembentukan skuad utama. Rangkaian ujian berat di Piala AFF bakal menjadi modal berharga saat mengarungi ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
“Kita harus bersabar menanti trofi pertama kita. Seperti yang sudah saya katakan, ada agenda September-Oktober serta turnamen FIFA ASEAN mendatang. Ini akan menjadi kesempatan emas bagi kita untuk melangkah maju dan memetik pelajaran dari turnamen ini,” ujar Herdman dalam konferensi press seusai pertandingan.
“Menghadapi situasi sulit-baik itu pertandingan yang berat maupun keputusan wasit yang menantang-tentu saja merupakan bagian dari proses pembelajaran tersebut. Bagaimana kita mengendalikan emosi dan tetap fokus pada tugas yang ada,” kata Herdman.




