Terkini24.id – Presiden FIFA, Gianni Infantino, membuka peluang menambah jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 negara. Kebijakan ini akan diputuskan setelah induk organisasi sepak bola dunia tersebut merampungkan evaluasi menyeluruh terhadap format 48 tim yang saat ini diterapkan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Wacana ekspansi ini bertujuan memberikan kesempatan lebih luas bagi negara-negara kecil untuk berkompetisi di panggung tertinggi. FIFA memandang turnamen ini bukan sekadar milik Eropa atau Amerika Selatan, melainkan milik dunia secara keseluruhan.
Evaluasi Format 48 Tim
Infantino menilai format 48 tim yang diuji coba pada 2026 telah menunjukkan hasil positif. Ia menyoroti peningkatan kualitas permainan dari tim-tim berbagai benua, termasuk lonjakan prestasi tim asal Afrika.
“Ini semua adalah masalah yang akan kita kaji setelah Piala Dunia,” kata Infantino kepada stasiun televisi Swiss Blue Sport, Senin (13/7/2026).
Ia memaparkan data performa tim sebagai bukti keberhasilan format saat ini:
- Setiap tim bermain di level tinggi.
- Tim dari setiap benua berhasil mencetak gol dan meraih setidaknya satu poin.
- Sembilan dari 10 tim Afrika berhasil menembus babak gugur, melonjak dari lima tim pada edisi sebelumnya.
Mendorong Partisipasi Global
Menurut Infantino, penambahan jumlah peserta adalah langkah penting untuk memberikan motivasi bagi negara-negara kecil. Tanpa ruang partisipasi yang memadai, negara-negara tersebut dinilai kehilangan insentif untuk mengembangkan ekosistem sepak bola mereka.
“Setiap negara harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia. Anda dapat melihat bahwa kualitas tim sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia,” ucap Infantino.
Ia menegaskan bahwa inklusivitas menjadi fondasi utama dalam pengembangan sepak bola global. Baginya, akses partisipasi adalah kunci untuk terus memacu peningkatan kualitas pemain di berbagai belahan dunia.
Sebagai informasi, jumlah peserta Piala Dunia mengalami peningkatan signifikan sejak era 32 tim yang dimulai pada 1998. Saat ini, Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung di Maroko, Portugal, dan Spanyol, disusul Arab Saudi pada 2034.
Hasil evaluasi menyeluruh pasca-turnamen 2026 akan menjadi penentu utama bagi FIFA dalam mengambil keputusan mengenai kemungkinan penambahan jumlah peserta, dengan tetap menjaga keseimbangan kualitas kompetisi di masa depan.