TERKINI24.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah signifikan pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa, 22 September 2026. Laju indeks saham domestik merosot tajam setelah sempat bergerak menguat pada awal pembukaan transaksi pagi hari.
IHSG ditutup merosot 71,16 poin atau setara 1,11 persen menuju posisi 6.313,56. Penyebab IHSG hari ini anjlok dipicu oleh tingginya tekanan jual yang melanda ratusan emiten di lantai bursa sejak awal sesi.
Pergerakan indeks domestik terpantau sangat fluktuatif pada rentang level 6.277 hingga 6.423. Tekanan jual terlihat amat dominan dengan mencatatkan sebanyak 513 saham melemah, sementara hanya 147 saham yang menguat dan 128 saham stagnan.
Aktivitas Perdagangan Bursa
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 20,63 miliar lembar saham. Total nilai transaksi saham di bursa berhasil membukukan angka sebesar Rp7,98 triliun.
Frekuensi transaksi investor di pasar modal tercatat cukup tinggi dengan total 1.358.244 kali perdagangan. Aksi pelepasan portofolio ini berdampak langsung pada indeks saham unggulan papan atas.
Indeks LQ45 yang menampung jajaran saham berkapitalisasi besar turut terkoreksi 0,73 persen pada akhir sesi I. Kondisi ini mempertegas luasnya dampak tekanan jual di bursa tanah air.
Pelemahan Sektor Saham
Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia kompak mengakhiri perdagangan sesi pertama di zona merah. Penyebab IHSG hari ini anjlok sangat erat kaitannya dengan kejatuhan sektor-sektor penopang utama bursa.
Sektor energi mencatatkan penurunan paling dalam dengan merosot hingga 2,31 persen. Tekanan tersebut disusul oleh sektor perindustrian yang melemah 1,70 persen dan sektor properti yang tergerus 1,37 persen.
Sektor barang baku serta sektor barang konsumen primer turut tertekan dengan pelemahan masing-masing sebesar 1,19 persen dan 1,16 persen. Pelemahan merata ini menahan peluang pemulihan indeks secara simultan.
Kontras Bursa Asia
Pergerakan negatif IHSG berbanding terbalik dengan kondisi bursa saham utama di kawasan Asia yang cenderung bergerak menguat. Investor kawasan regional memancarkan sinyal positif pada perdagangan hari yang sama.
Indeks Shanghai di China tercatat naik 0,15 persen, diikuti indeks Hang Seng di Hong Kong yang menguat 0,29 persen. Sementara itu, indeks Straits Times di Singapura bertambah 0,52 persen, sedangkan pasar saham Jepang libur.
Dinamika ini menunjukkan bahwa faktor penyebab IHSG hari ini anjlok lebih didominasi oleh sentimen internal serta aksi pelepasan portofolio lokal oleh para pemodal.
Lonjakan Saham Tertentu
Di tengah tingginya tekanan terhadap IHSG, sejumlah emiten justru berhasil membukukan lonjakan harga yang sangat tajam. Beberapa saham mencatatkan kenaikan pesat di kisaran 17 persen hingga 34 persen.
Beberapa emiten top gainers yang mencatatkan penguatan tajam antara lain:
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU): Melonjak 34,35% menjadi Rp176.
- PT Dyandra Media International Tbk (DYAN): Meningkat 26,74% menjadi Rp109.
- PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX): Menguat 24,50% menjadi Rp376.
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR): Naik 20,00% menjadi Rp2.760.
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK): Menguat 17,32% menjadi Rp298.
- PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS): Naik 17,24% menjadi Rp204.
Sebaliknya, beberapa saham mengalami koreksi yang cukup dalam pada perdagangan sesi I. Saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) turun 13,73% menjadi Rp88, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 11,50% menjadi Rp354, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terkoreksi 9,94% menjadi Rp326, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) turun 9,35% menjadi Rp126, dan PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) melemah 9,25% menjadi Rp157.