TERKINI24.ID – Dunia musik Indonesia berduka atas kepergian salah satu talenta terbaiknya. Drummer dari grup band Garasi, Aries Budiman, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat, 18 September 2026.
Jenazah musisi kelahiran 31 Maret 1982 tersebut telah diberangkatkan dan dimakamkan di TPU Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Prosesi pemakaman almarhum berlangsung khidmat pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Kepergian sang musisi menyiarkan duka mendalam bagi sanak keluarga, kerabat dekat, hingga jajaran rekan musisi yang pernah berjuang bersama dalam membesarkan nama grup musik Garasi.
Penyebab Kondisi Kesehatan
Sebelum berpulang, kondisi kesehatan Aries dilaporkan merosot tajam akibat komplikasi penyakit yang dihadapinya. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa almarhum sempat mengalami gangguan pencernaan berat yang dibarengi dengan peningkatan kadar gula darah yang signifikan.
Keluarga menjelaskan, “sebelum meninggal Aries Garasi sempat diare dan gula darah naik,” yang membuat fisik sang musisi semakin melemah dan harus segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kendati penanganan medis maksimal telah diberikan oleh pihak rumah sakit serta keluarga, nyawa musisi tersebut tidak tertolong. Kepergian Aries meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan sesama personel Garasi, para musisi lain, serta penggemar setia di industri musik Indonesia.
Duka Para Sahabat
Kabar duka atas meninggalnya Aries Budiman tersebar luas melalui unggahan rekan-rekan satu band serta manajemen Garasi di platform media sosial. Doa dan ucapan belasungkawa mengalir deras untuk melepas kepergian almarhum.
Dalam salah satu unggahan di Instagram Story, terdapat doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya diterima seluruh amal ibadhnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis akun Instagram pribadi Aries.
Vokalis Garasi, Aiu Ratna, turut mengantar jenazah Aries menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Sukabumi. Ia mengenang sosok Aries melalui pesan singkat yang menggambarkan kehilangan seorang rekan bermusik.
“Selamat jalan kawan.. ketukan drummu takkan tergantikan… Rest in peace @aries_garasi,” tulis Aiu Ratna.
Aiu kembali menyampaikan ucapan duka melalui akun media sosial pribadinya dengan menuliskan, “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Rest in peace @aries_garasi.”
Ungkapan kesedihan mendalam juga disampaikan oleh Fedi Nuril yang mengaku sangat terpukul hingga tak mampu merangkai kata saat mendengar kabar duka sahabat seperjuangannya itu.
“Innalillaahi wa inailaihi raaji’un @aries_garasi *belum tahu mau nulis apa,” tulis Fedi Nuril.
Fedi kemudian kembali mengunggah ucapan belasungkawa di akun miliknya. Dalam beberapa unggahan, ia mengungkapkan kesulitan untuk merangkai kata setelah mendengar kabar kepergian rekannya.
“Innalillahi wa inailaihi raaji’un @aries_garasi,” tulisnya.
“Belum tahu harus menulis apa,” ujar Fedi Nuril.
Pada unggahan lainnya, Fedi kembali menuliskan pesan, “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Belum tahu mau menulis apa.”
Penghormatan Rumah Produksi
Duka cita juga disampaikan oleh Miles Films, rumah produksi yang membidani kelahiran grup Garasi di kancah hiburan nasional. Pihak produksi mengenang Aries bukan hanya sebagai penggebuk drum, melainkan juga aktor yang memerankan tokoh Awan dalam film Garasi.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Aries Budiman, pemeran Awan dalam film Garasi, dan drummer band Garasi. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan musik dan film Garasi, meninggalkan cerita yang akan selalu dikenang. Selamat jalan, Aries. Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya,” tulis Miles Films.
Produser film Garasi, Mira Lesmana, turut mengenang kontribusi Aries selama perjalanan musik dan film tersebut.
“Selamat jalan Aries. Terima kasih untuk Garasi, ketukan dan tawamu akan selalu di hati,” tulis Mira Lesmana.
Kenangan Komunitas Musik
Ungkapan perpisahan juga mengalir dari komunitas musik daerah asal sang drummer, Sukabumi Drummer, melalui jejaring media sosial.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Rest in peace, ARIES GARASI,” tulis akun @sukabumidrummer.
Komunitas tersebut mengenang Aries sebagai sosok yang membawa banyak keceriaan serta meninggalkan cerita bagi para anggota komunitas.
“Terima kasih telah membawa banyak tawa dan cerita indah di sukabumi drummer, Dedikasimu di sukabumi drummer tidak akan pernah kami lupakan. Semoga husnul khatimah,” tulis akun @sukabumidrummer.
Jejak Karier Musik
Kiprah Aries Budiman di panggung musik tanah air bermula saat dirinya mendirikan grup band Garasi bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna pada tahun 2005.
Nama Garasi melambung drastis di industri hiburan usai ketiganya menjadi tokoh utama dalam film drama musikal berjudul Garasi garapan Miles Films pada tahun 2006. Aries menunjukkan bakat serbabisa dengan berperan sebagai tokoh Awan sekaligus mengisi lini instrumen drum.
Karya dan ketukan drum Aries Budiman akan terus menjadi bagian penting dari sejarah musik pop-rock Indonesia yang dikenang oleh para pencinta musik tanah air.