Dividen DMAS Tetap Menggiurkan Meski Cadangan Lahan Industri Makin Menipis

Dividen DMAS diproyeksikan tetap imut dengan potensi yield hingga 15% di tengah perubahan strategi bisnis ke sektor kelistrikan data center.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat porsi pendapatan dari sektor data center melonjak hingga 94% pada semester I-2026. Lonjakan pemesanan lahan kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) Cikarang ini mengubah peta bisnis pengelola kawasan tersebut.

Perubahan struktur penjualan ini dipicu oleh masuknya raksasa teknologi yang memborong lahan seluas 55 hektare. Penjualan masif tersebut mencakup porsi Digital Gayanan seluas 24 hektare, Indoedge 9 hektare, serta STT GDC 7 hektare.

Kondisi tersebut membuat sisa cadangan lahan perseroan makin terbatas hingga memicu pergeseran fokus bisnis utama. Namun, arus kas yang mencapai Rp2 triliun menjadi modal kuat bagi perusahaan untuk membagikan imbal hasil tinggi ke pemegang saham.

Pergeseran Dominasi Pembeli Lahan Industri

Kawasan GIIC kini menampilkan wajah baru yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu kawasan ini didominasi pabrikan otomotif seperti Astra Honda dan Hyundai yang menyumbang 58% pendapatan pada 2021, kini pemain data center mengambil alih porsi terbesar.

Penyerapan lahan yang tergolong cepat oleh sektor digital tersebut membuat sisa land bank DMAS kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 hektare.

Dampak Keterbatasan Lahan Terhadap Laba

Penurunan cadangan lahan membuat proyeksi penjualan tanah di masa depan berkurang secara alamiah. RHB Sekuritas menaksir laba bersih perusahaan pada 2027 dapat terkoreksi hingga 70% dan berpotensi stagnan pada 2028.

Guna menjaga kelangsungan bisnis, perseroan tidak lagi menggantungkan pendapatan sepenuhnya dari jualan tanah mati. Fokus utama kini diarahkan pada penyediaan infrastruktur pendukung yang memiliki nilai tambah berkepanjangan.

Sektor Kelistrikan Jadi Sumber Pendapatan Baru

Langkah diversifikasi dilakukan melalui penyediaan pasokan energi untuk kawasan data center seluas 300 hektare. Pengelola GIIC menyiapkan pembangkit listrik dengan total kapasitas mencapai 993 megavolt ampere (MVA).

Saat ini tingkat penggunaan kapasitas pembangkit listrik tersebut sudah menyentuh angka 80%. Kebutuhan daya yang terus membesar dari industri digital memberi kepastian pendapatan berulang (recurring income) bagi perusahaan.

Potensi Pembagian Keuntungan Saham

Dari sisi distribusi laba, perusahaan memiliki rekam jejak loyalitas yang tinggi kepada para investor. Untuk tahun buku 2025, perseroan membagikan imbal hasil Rp16,5 per saham dengan dividend yield sekitar 9% dan payout ratio 99%.

Analis memperkirakan nilai pembagian keuntungan untuk tahun buku 2027 berpotensi naik menjadi Rp30 per saham. Angka tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 15% dengan tingkat payout ratio sebesar 95%.

Rekomendasi Analis Dan Target Harga

Meski pembagian hasilnya tergolong royal, keterbatasan ekspansi lahan membuat analis menyesuaikan pandangan investasi. RHB Sekuritas mengubah rekomendasi saham perseroan dari buy menjadi neutral.

Target harga saham ditetapkan pada level Rp190 per saham, yang mencerminkan diskon 45% terhadap net asset value (NAV). Di pasar reguler, harga saham perseroan saat ini ditransaksikan pada level Rp193 per saham.