Terkini24.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melaporkan capaian penjualan tiket ajang balap motor dunia MotoGP di Sirkuit Mandalika telah menembus angka 42%. Capaian angka ini tercatat persis satu bulan menjelang jadwal utama balapan yang bakal berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa data tingkat penjualan tersebut diperoleh berdasarkan laporan pembaruan resmi dari Injourney. Pihak pemerintah daerah meyakini keterisian tempat duduk tribun penonton bakal terus tereskalasi hingga hari pelaksanaan balapan.
“Progres tiket informasinya sudah 42%. Itu informasi terakhir yang saya dapatkan dari Injourney. Masih ada waktu untuk menjual tiket, meski kita berharap bisa lebih cepat, namun ini progres yang bagus,” ujar Aulia di Mataram, Kamis (6/8/2026).
Pemerintah daerah mematok target total penonton ajang tahun ini mampu menyentuh rentang 140 ribu hingga 150 ribu orang. Asisten 2 Setda Pemprov NTB, Lalu Moh Faozal, menambahkan bahwa khusus pada hari puncak persaingan, sekitar 65 ribu pasang mata ditargetkan bakal memadati sirkuit secara langsung.
Target ambisius tersebut berpatokan pada tren kenaikan jumlah pengunjung balapan di Lombok yang terus menunjukkan grafik positif setiap tahunnya:
- Tahun 2022: 102.801 penonton
- Tahun 2023: 102.929 penonton
- Tahun 2024: 121.252 penonton
- Tahun 2025: 140.324 penonton
- Tahun 2026: 140.000 – 150.000 penonton (target)
Faktor penting yang diyakini bakal mendongkrak minat penonton musim ini adalah kehadiran dua talenta muda asal Indonesia. Aksi Veda Ega Pratama yang bertarung di kelas Moto3 serta Mario Aji di kelas Moto2 dipastikan menjadi daya pikat utama bagi pencinta otomotif nasional.
Demi mendukung kelancaran pergerakan para pelancong, Pemprov NTB memberikan perhatian penuh pada aspek penguatan sarana konektivitas transportasi. Pemerintah daerah berupaya memperbanyak jadwal penerbangan langsung ke Lombok dari pelbagai wilayah, termasuk rute utama Yogyakarta.
“Konektivitas ini pasti akan berdampak, karena akan ada ratusan ribu orang yang datang ke Lombok melalui jalur udara, darat, dan laut. Kami berharap pelaksanaan tahun ini lebih ramai dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat NTB,” pungkas Aulia.