Terkini24.id – Sebanyak 17 kios milik 17 pelaku usaha di Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, hangus terbakar pada Jumat (07/08/2026). Musibah ini memicu tindakan cepat Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kota Banjarmasin untuk menghimpun data kerugian para korban.
Pendataan awal tersebut menjadi acuan utama bagi instansi terkait sebelum menetapkan langkah bantuan lanjutan. Pihak berwenang berfokus memetakan kerusakan fisik tempat usaha serta menghitung perkiraan dampak ekonomi yang dialami para pedagang.
Titik awal kemunculan api diduga kuat berasal dari salah satu warung lalapan di kawasan pasar. Bangunan penyedia jasa makanan tersebut mencatatkan tingkat kerusakan paling parah dibandingkan area sekitarnya.
Kios lalapan itu ludes terbakar hingga menyisakan sebuah meja kecil di lokasi kejadian. Seluruh isi toko, peralatan masak, hingga bagian atap bangunan hangus menjadi arang akibat perbawa kobaran api.
Pengurus lingkungan setempat segera mendatangi lokasi pascakebakaran guna memeriksa keadaan toko yang hancur. Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Pasar Teluk Dalam, Arsyad, memimpin pemeriksaan ke lapangan untuk mencatat daftar warga yang terdampak.
“Untuk kebakaran di Pasar Teluk Dalam wilayah RT 01, kami terjun langsung ke lapangan melihat kondisinya. Jadi ini kios, sementara sumber api dari warung lalapan. Nah, sementara terdata yang terdampak ada 17 kios dari 17 pelaku usaha di Pasar Teluk Dalam,” ujarnya.
Seusai api padam, para pemilik usaha sibuk membersihkan sisa reruntuhan di tempat berjualan masing-masing. Mereka bergotong royong memilah barang dagangan dan peralatan yang sekiranya masih dapat dipergunakan kembali.
Hasil pencatatan sementara dari pengurus RT 01 diserahkan secara resmi kepada petugas Tagana Dinsos Kota Banjarmasin. Penyerahan berkas ini bertujuan agar pemetaan penanganan pascabencana dapat segera diproses jajaran pemerintah setempat.
Tim Pendataan Tagana Dinsos Banjarmasin, Hartono, membenarkan penerimaan dokumen laporan awal dari pengurus lingkungan. Pihaknya berjanji akan langsung menyampaikannya ke pimpinan dinas untuk menentukan langkah tindak lanjut.
“Untuk dari Tagana telah kami data seperti yang disampaikan Ketua RT tadi, dengan data sementara. Kami akan sampaikan ke atas untuk bagaimana solusi ke depannya,” pungkasnya.
Tahapan pendataan ini memberi gambaran riil mengenai skala kerusakan fasilitas perdagangan masyarakat. Verifikasi akhir dari pemerintah daerah akan dijadikan acuan utama dalam merumuskan skema pemulihan bagi pedagang Pasar Teluk Dalam.