Debut Manis di BWF World Championships 2026: Isyana/Rinjani Melaju ke Babak 32 Besar

Isyana/Rinjani mengamankan tiket babak 32 besar BWF World Championship 2026 seusai menundukkan pasangan Skotlandia dua gim langsung.

Pasangan ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, berhasil melewati babak pertama turnamen bulu tangkis BWF World Championship 2026 di Indira Gandhi Arena, New Delhi. Kemenangan dua gim langsung atas wakil Skotlandia, Julie Macpherson/Ciara Torrance, memastikan langkah mereka melaju ke babak 32 besar.

Tampil impresif pada partai pembuka babak 48 besar, Isyana/Rinjani mengunci keunggulan dengan skor 21-12 dan 21-18. Hasil positif ini membuka jalan bagi pasangan muda Merah Putih untuk terus bersaing memperebutkan podium tertinggi kejuaraan dunia edisi ke-30 tersebut.

Dominasi Taktik Menyerang Sejak Awal Laga

Memulai laga perdana di panggung dunia, Isyana/Rinjani langsung mengambil inisiatif penyerangan sejak perebutan poin pembuka. Skema bola cepat tanpa banyak mengangkat kok menjadi pilihan utama untuk meredam kekuatan lawan di area depan net.

Isyana mengungkapkan atmosfer pertandingan perdananya yang diwarnai ketegangan sebelum akhirnya mampu menguasai keadaan.

“Rasanya senang bisa debut di Kejuaraan Dunia tapi ada sedikit rasa tegang, gugup. Kami berusaha untuk menikmati permainan, menikmati suasana yang ada di sini buat tampil yang terbaik,” ujar Isyana.

Penerapan pola permainan agresif terbukti efektif menyulitkan pasangan Skotlandia dalam mengembangkan variasi pukulan.

“Tadi kami coba untuk terus bermain no lob dan cepat untuk menekan mereka dari permainan depan,” kata Isyana menambahkan.

Kendala Hembusan Angin dan Adaptasi Lapangan

Memasuki gim kedua, ritme pertandingan mengalami perubahan saat kondisi lapangan menuntut penyesuaian arah pukulan yang lebih presisi. Pasangan Skotlandia sempat memanfaatkan momentum perubahan laju kok untuk memperkecil ketertinggalan skor.

Rinjani memaparkan dinamika perbedaan situasi lapangan antara gim pertama dan gim kedua yang sempat menyulitkan komunikasi antarpemain.

“Di gim pertama enak startnya, sudah langsung in juga. Dengan kondisi kalah angin, kami malah lebih nyaman mainnya. Tapi di gim kedua kami terlalu lambat adaptasi, agak bingung dengan pergerakan shuttlecock jadi banyak kehilangan poin. Kami coba menguatkan mental di poin-poin akhir itu untuk memaksa untuk mengambil kemenangan, coba lebih yakin lagi,” ungkap Rinjani.

Ketenangan mental saat memasuki fase perebutan angka penentu menjadi pembeda utama pada penghujung gim kedua. Upaya menekan balik pertahanan lawan membuahkan hasil hingga duel ditutup dengan selisih tiga angka.

Peluang Pembalasan pada Babak 32 Besar

Keberhasilan melewati rintangan pertama membawa Isyana/Rinjani melangkah menuju babak berikutnya untuk menghadapi rekan sepelatnas, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Pertemuan internal ini menjadi panggung evaluasi sekaligus pembuktian peningkatan performa ganda putri muda nasional.

Rinjani menegaskan kesiapan mental timnya menghadapi partai lanjutan demi membalas kekalahan turnamen sebelumnya di kandang sendiri.

“Di babak selanjutnya akan bertemu senior kami, Rachel/Febi, pastinya kami mau coba yang terbaik dan nggak mau kalah. Kami mau tes lagi kemampuan kami setelah kalah straight game di Indonesia Open lalu. Semoga kami bisa balas dan menang,” tutur Rinjani.

Pertandingan babak 32 besar dijadwalkan berlangsung pada fase lanjutan kejuaraan dunia di arena yang sama. Kesiapan fisik dan akurasi antisipasi bola menjadi fokus utama tim pelatih guna menjaga konsistensi wakil Indonesia di kejuaraan bergengsi ini.