Daftar Saham Top Losers dan Top Gainers Saat IHSG Sesi I

Daftar saham Top Losers dan Top Gainers meratai perdagangan IHSG sesi I hari ini yang melesat naik satu persen ke level 6.330.

Indeks Harga Saham Gabungan memutus tren negatif dengan mencatatkan lonjakan tajam pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini. Pasar modal domestik terangkat satu persen atau naik 62 poin menuju posisi 6.330 dari penutupan sebelumnya di level 6.268.

Aksi beli pemodal pada deretan saham berkapitalisasi besar serta sektor properti menjadi penopang utama kenaikan indeks. Rentang pergerakan indeks berada pada area 6.272 hingga 6.336, diiringi nilai transaksi yang menyentuh angka Rp7,9 triliun. Total frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,16 juta kali dengan dominasi 465 saham menguat.

Pergerakan Saham Pencetak Untung Tertinggi

Lonjakan harga saham sektor properti dan telekomunikasi mendominasi deretan pendorong utama pasar pada paruh pertama hari ini. Penguatan ini memberikan peluang imbal hasil instan bagi para investor yang memegang portofolio tersebut.

Aktivitas pergerakan saham pencetak untung diduduki oleh beberapa emiten berikut:

  • DART: harga naik 30,82% ke 208 dengan volume 20 juta saham.
  • STAR: harga naik 24,40% menjadi 515 dengan volume 3 juta saham.
  • ISAT: harga naik +17,21% menjadi 2.520 dengan volume 118 juta saham.

Saham Penekan Indeks di Jajaran Terbawah

Sebanyak 185 saham mencatatkan penurunan harga di tengah dominasi sentimen positif pasar modal. Pemilik aset pada kelompok emiten ini terpaksa menghadapi potensi risiko kerugian akibat penyesuaian harga pasar secara mendadak.

Rincian penurunan harga pada kelompok emiten penekan indeks meliputi:

  • BAIK: harga turun 15% ke 476.
  • AGAR: harga ambles 14,88% menjadi 1.030.
  • IKBI: harga turun -10,69% menjadi 585.

Likuiditas dan Emisi Saham Terfavorit

Aktivitas perdagangan sesi awal menunjukkan tingginya perputaran uang pada sejumlah saham tambang dan energi. Saham CUAN memimpin nilai transaksi tertinggi senilai Rp505 miliar dengan frekuensi 61 ribu kali transaksi. Posisi berikutnya diisi TPIA sebesar Rp396 miliar dan DSSA senilai Rp367 miliar.

Pergerakan volume saham terbesar dipegang oleh IATA yang mentransaksikan dua miliar saham, disusul BUMI dan JGLE masing-masing satu miliar saham. Tingginya volume perdagangan ini mencerminkan tingginya minat pemodal ritel maupun institusi dalam memanfaatkan momentum penguatan pasar modal.