Cyrus Margono dkk Siap Dapat Amunisi Tambahan, PSIM Sambut Aturan Suporter Away

PSIM Yogyakarta menyambut positif pencabutan larangan suporter away di BRI Super League 2026/2027 yang akan memberi motivasi bagi Cyrus Margono dan skuad Laskar Mataram.

PSIM Yogyakarta menyambut positif keputusan PSSI dan operator liga yang resmi mencabut larangan suporter bertandang (away) pada kompetisi BRI Super League 2026/2027. Kebijakan ini dinilai memberikan dampak positif bagi motivasi serta performa para pemain di lapangan.

Manajemen klub menilai kehadiran pendukung setia di tribune lawan akan menjadi modal berharga saat menjalani laga tandang. Atmosfer dukungan langsung tersebut diharapkan mampu mendongkrak mentalitas skuad Laskar Mataram di kasta tertinggi.

Dampak Kehadiran Suporter Bagi Cyrus Margono dan Skuad

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, menyatakan bahwa setiap pertandingan tandang pada kompetisi musim 2026/2027 memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Kehadiran suporter di stadion lawan menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas permainan tim.

Dukungan dari tribune penonton memberikan energi tambahan bagi para pemain, termasuk kiper Cyrus Margono dan rekan-rekannya, saat berlaga di markas musuh. Kehadiran pendukung menciptakan atmosfer positif layaknya bertanding di kandang sendiri.

“Tentu kehadiran suporter pada laga away sangat bisa memberikan dampak positif buat performa tim. Pemain bisa merasakan kembali kehadiran suporter mereka di stadion atau di kandang lawan pada laga-laga yang tentu kita harus akui bahwa setiap laga away adalah layaknya sebuah final bagi kompetisi di Super League musim ini,” ujar Iksan kepada Bola.com, Senin (24/8/2026).

Meski menyambut baik kebijakan baru tersebut, pihak manajemen tetap mengimbau suporter agar tidak larut dalam euforia berlebihan. Edukasi dan panduan telah disiapkan agar kembalinya hak bertandang dapat dijalankan secara tertib.

Imbauan Ketertiban dan Antisipasi Sanksi

Kebebasan mendukung tim di laga tandang menuntut tanggung jawab besar dari seluruh elemen suporter. Pelanggaran regulasi atau tindakan negatif di tribune berpotensi memberikan kerugian finansial maupun administratif bagi klub.

  • Potensi Kerugian: Hukuman denda dari komisi disiplin hingga sanksi pertandingan tanpa penonton.
  • Langkah Edukasi: Penyampaian panduan secara formal dan informal kepada wadah suporter.
  • Tujuan Utama: Memastikan kehadiran suporter menjadi keuntungan teknis, bukan bumerang bagi klub.

“Karena kita tahu segala hal yang terjadi, terutama hal-hal buruk yang terjadi di tribune, pada akhirnya akan berdampak negatif kepada klub misalnya hukuman seperti denda dan sebagainya,” tegas Iksan.

Regulasi Baru PSSI dan Pengecualian Laga

Pencabutan larangan suporter bertandang ini mengakhiri pembatasan yang diberlakukan federasi sejak Tragedi Kanjuruhan pada 2022 lalu. Operator I.League memastikan pendukung tim tamu diizinkan kembali mengisi kuota tribun yang disediakan.

Kendati demikian, implementasi aturan ini tetap disertai skema evaluasi dan batasan ketat. Pertandingan yang masuk dalam kategori berisiko tinggi (high risk) tetap tidak diperbolehkan dihadiri oleh suporter tim tamu, seperti pada duel klasik antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

Dengan diberlakukannya aturan ini, PSIM Yogyakarta berharap sinergi antara Cyrus Margono, seluruh penggawa Laskar Mataram, dan para pendukung dapat terjalin harmonis di sepanjang kompetisi musim 2026/2027.