BNPB Laporkan Korban Jiwa dan Kerusakan Akibat Dampak Gempa NTT M 7,7 Hari Ini

BNPB dan BMKG memetakan dampak gempa NTT hari ini yang memicu korban jiwa serta merusak bangunan warga dan pelabuhan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua warga meninggal dunia dan sejumlah bangunan fasilitas publik mengalami kerusakan pascaguncangan gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Warga di kawasan terdampak diminta mewaspadai potensi bahaya reruntuhan bangunan dengan tidak memasuki ruangan yang telah mengalami retak struktur.

Data kedaruratan menunjukkan guncangan kuat memicu kerusakan fisik pada rumah warga hingga sarana transportasi laut. Pendataan lapangan terus berjalan guna memastikan cakupan wilayah yang membutuhkan penanganan darurat lanjutan secara cepat.

Korban Jiwa dan Langkah Mitigasi BNPB

BNPB memfokuskan tindakan darurat pada perlindungan warga serta pencegahan timbulnya korban baru dari guncangan susulan. Proses rekapitulasi data korban jiwa dan kerugian materiil terus berjalan bersama instansi penanggulangan daerah.

Pemerintah berupaya memetakan kebutuhan logistik dan titik evakuasi yang aman dari potensi runtuhan fisik. Kepastian kondisi korban di lapangan terus dikonfirmasi melalui pos komando penanganan bencana.

“Sejauh ini, ada dua orang meninggal,” kata Berton dalam konferensi pers yang digelar BMKG melalui siaran Zoom, Sabtu (15/8/2026).

Skala Kerusakan Bangunan Menurut Pemetaan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tingkat kerusakan fisik di beberapa titik wilayah Nusa Tenggara Timur. Kerusakan mencakup hunian sederhana milik warga hingga sarana komersial dan dermaga penyeberangan kapal.

Guncangan pada skala intensitas tertentu merobohkan dinding bangunan warga di kawasan Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Kerusakan fasilitas umum juga tercatat pada area Pelabuhan Maumere serta Hotel Jayakarta Bajo.

Tim teknis seismologi segera turun ke pusat kerusakan untuk memeriksa kekuatan struktur tanah dan bangunan terdampak.

“BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak mulai hari ini, jika ada update dan berita terkini akan disampaikan,” kata Teguh.

Peringatan Keselamatan Terkait Gedung Retak dan Wilayah Pantai

Pihak berwenang meminta warga menahan diri agar tidak langsung kembali ke dalam rumah atau gedung yang dindingnya retak. Hal ini penting guna menghindari risiko tertimpa puing saat terjadi guncangan susulan dengan intensitas lebih rendah.

Kewaspadaan di kawasan pesisir pantai tetap dipertahankan kendati ancaman gelombang tsunami telah dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Warga diimbau menunggu arahan resmi sebelum kembali beraktivitas normal di pinggir laut.

Imbauan terkait keselamatan lingkungan disampaikan langsung oleh pihak penanggulangan bencana agar dipatuhi oleh masyarakat setempat.

“Kami sampaikan bahwa masyarakat tetap tenang, apalagi peringatan dini tsunami sudah berakhir. Namun, masyarakat tetap jauhi pantai, sebelum benar-benar ada peringatan lain dari BMKG. Kami juga sampaikan imbauan, masyarakat jangan masuki gedung retak, yang potensi bahaya saat ada susulan,” ia menjelaskan.