TERKINI24.ID – Gempa bumi mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 21 September 2026 pagi. Berdasarkan pembaruan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa tektonik tersebut memiliki magnitudo 5,3.
Guncangan gempa bumi dilaporkan terjadi tepat pada pukul 08.41 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di darat, berjarak 34 kilometer di arah timur laut Ruteng.
Peristiwa alam ini mengejutkan warga setempat dan getarannya meluas ke beberapa kabupaten tetangga di wilayah Nusa Tenggara Timur. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau perkembangan resmi.

Pusat Dan Parameter
Berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki koordinat episenter pada 8,33 Lintang Selatan dan 120,59 Bujur Timur. Pusat guncangan berada di darat dengan kedalaman hiposenter mencapai 10 kilometer.
Lokasi gempa yang berada di darat dengan kedalaman dangkal membuat rambatan getaran terasa cukup signifikan di permukaan tanah. Laporan tersebut dikonfirmasi melalui saluran komunikasi resmi BMKG secara berkala.
Meskipun demikian, kedalaman dangkal tersebut menjadi perhatian utama dalam pemantauan potensi dampak bangunan di wilayah terdekat dari titik episenter.
Sebaran Skala Dampak
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah kabupaten dengan tingkat intensitas yang bervariasi. BMKG merinci wilayah terdampak berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).
Laporan intensitas getaran yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah antara lain:
- Skala III-IV MMI: Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo.
- Skala II-III MMI: Nagekeo dan Waingapu.
- Skala II MMI: Maumere.
Pada skala III-IV MMI, guncangan dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu hingga membuat benda-benda gantung bergoyang. Sementara pada skala II-III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Imbauan Bagi Warga
Masyarakat di kawasan terdampak diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa bumi susulan. Warga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
Pihak BMKG terus memperbarui data pemantauan guna memastikan situasi terkini pascamusibah tersebut. Informasi resmi hanya bersumber dari saluran resmi pemerintah demi menghindari penyebaran hoaks di tengah publik.