JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan portal digital bernama Radar MBG guna membuka akses pengawasan Program Makan Bergizi Gratis secara langsung kepada publik. Platform daring ini dirancang untuk memudahkan wali murid melihat sajian harian siswa secara transparan.
Langkah ini memberi ruang kontrol terbuka bagi lingkungan pendidikan dan pemerintah daerah. Masyarakat kini memperoleh kepastian rincian santapan harian tanpa perantara birokrasi yang rumit.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memaparkan kehadiran sistem tersebut di hadapan para pejabat daerah dan kementerian terkait.
“Kami sudah menyiapkan portal di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kemudian kepala sekolah dan kepala daerah, dinas, itu bisa kemudian memonitor,” ujar Mas Dar dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8).
Fasilitas Cek Menu dan Kandungan Nutrisi
Melalui portal Radar MBG, wali murid dapat melacak sekolah penerima manfaat, sajian harian, hingga nilai nutrisi makanan. Sistem turut menampilkan foto porsi asli serta identitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pembuat hidangan.
Keterbukaan data visual ini bertujuan memastikan kualitas asupan anak sesuai standar yang dijanjikan. Publik memperoleh kepastian porsi nyata yang disajikan kepada siswa setiap hari belajar.
“Orang tua itu ingin tahu, anak yang sekolah di sekolah yang mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana itu bisa dicek melalui yang kami namakan Radar MBG,” kata Mas Dar.
Mekanisme Pelaporan Digital Dapur SPPG
BGN mewajibkan seluruh unit dapur SPPG mengunggah proses produksi secara digital ke sistem pusat. Kepatuhan input data visual menjadi syarat utama agar informasi menu tampil utuh di hadapan publik.
Ketiadaan dokumentasi foto pada platform menandakan kelalaian pihak pengelola dapur dalam mengisi laporan harian. BGN terus memperketat integrasi pencatatan digital ini di seluruh titik layanan.
“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG-nya belum melaporkan atau belum memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelas Mas Dar.
Berdasarkan catatan BGN, tingkat kepatuhan pelaporan digital unit pengolah makanan saat ini:
- Sebanyak 85 persen SPPG aktif mengunggah laporan digital.
- Sisa 15 persen unit dapur masih didorong merampungkan integrasi sistem berkala.
Fungsi Pengawasan Publik Berkelanjutan
Akses data terbuka ini diposisikan sebagai instrumen evaluasi bersama demi perbaikan layanan di lapangan. Masyarakat dan dinas terkait dapat langsung melayangkan catatan koreksi jika mendapati ketidaksesuaian menu.
BGN menargetkan standarisasi rasa, porsi, dan higienitas tercapai lewat partisipasi aktif wali murid. Keterlibatan publik dinilai efektif menjaga konsistensi mutu penyaluran gizi generasi muda di berbagai daerah.
Link Radar MBG
Untuk cek menu makanan MBG, bisa langsung kunjungi https://www.bgn.go.id/radar-mbg/.
Isi data mulai dari ProvinsiPilih Provinsi, Kota / Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa.




