BEM UI Gelar Aksi Demo 18 Agustus 2026 di Kawasan Bundaran HI Jakarta Pusat

BEM UI gelar aksi demo 18 Agustus 2026 di Bundaran HI Jakarta bawa delapan tuntutan terkait kedaulatan dan ekonomi rakyat.

JAKARTA — Pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di pusat ibu kota diimbau mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas menyusul rencana aksi unjuk rasa mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjadwalkan agenda demo 18 Agustus 2026 yang dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 13.00 WIB.

Massa aksi direncanakan bergerak bersama dari kampus Depok menuju titik kumpul utama pada siang hari. Kehadiran ratusan mahasiswa di jalur protokol Jakarta berpotensi memicu pengalihan arus kendaraan di sekitar jalan utama Sudirman-Thamrin.

Jadwal Keberangkatan dan Titik Kumpul Massa

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengonfirmasi kepastian waktu keberangkatan rombongan mahasiswa menuju lokasi unjuk rasa. Persiapan teknis telah dikoordinasikan agar massa tiba sesuai jadwal yang ditentukan.

“Jam 11 (berangkat) dari UI (Depok). Jam 1 di HI,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).

Aksi unjuk rasa yang digelar sehari pascaperingatan kemerdekaan ini membawa misi evaluasi kritis terhadap jalannya roda pemerintahan. Mahasiswa menilai perayaan formal kenegaraan belum mencerminkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat luas.

“Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan? kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa 81 tahun lalu?” tuturnya.

Kritik Terhadap Kondisi Sosial dan Kedaulatan Ekonomi

Yatalathof mengingatkan kembali cita-cita para pendiri bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan untuk dinikmati seluruh lapisan rakyat tanpa terkecuali. Ia menyoroti kebijakan kerja sama dagang internasional saat ini yang dinilai lebih condong menguntungkan pihak luar negeri.

Penegakan hukum dipandang masih memperlihatkan ketimpangan perlakuan antara masyarakat bawah dan pemegang kekuasaan. Ketersediaan lapangan pekerjaan formal yang terbatas serta jaminan layanan kesehatan maupun pendidikan gratis dinilai belum terealisasi secara optimal.

Kondisi tersebut dinilai telah mempersempit ruang gerak masyarakat dalam memperoleh penghidupan yang layak. Mahasiswa menegaskan bahwa pelemahan daya beli dan keterbatasan akses publik menjadi tanda adanya persoalan mendasar pada pengelolaan negara.

“Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan,” ucapnya.

Rincian Delapan Tuntutan Aksi Mahasiswa

Aksi penyampaian aspirasi di kawasan Bundaran HI ini memuat sejumlah poin desakan yang ditujukan langsung kepada pemangku kebijakan nasional. Berikut delapan tuntutan yang disuarakan oleh aliansi mahasiswa:

  • Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
  • Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
  • Wujudkan reforma agraria sejati
  • Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
  • Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP
  • Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah
  • Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana
  • Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP

Masyarakat yang hendak melintasi rute Bundaran HI dan koridor jalan sekitarnya disarankan memilih jalur alternatif guna menghindari potensi perlambatan laju kendaraan selama penyampaian pendapat berlangsung.