Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Indrawati Sebagai Ketua Independen IDA Ke-22

Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen IDA ke-22 untuk memimpin penggalangan dana bagi negara-negara miskin.

Terkini24.id – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) ke-22. Penunjukan tersebut menempatkan dirinya sebagai pimpinan proses pengisian kembali dana lembaga pembiayaan negara-negara termiskin di bawah naungan Grup Bank Dunia.

Pengumuman resmi yang disampaikan Bank Dunia pada Kamis (6/8) mengonfirmasi bahwa Sri Mulyani bakal memimpin penggalangan dana IDA22 bersanding dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe. Penetapan nama Sri Mulyani dihasilkan dari seleksi ketat komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor serta negara peminjam.

Tugas utama pimpinan baru ini mencakup dorongan penguatan dukungan kebijakan hingga penghimpunan dana dari negara donor maupun peminjam. Agenda pengisian kembali dana IDA diselenggarakan setiap tiga tahun sekali guna menggalang komitmen modal baru sekaligus mengevaluasi regulasi lembaga.

Lembaga IDA berperan menyalurkan pinjaman berbunga rendah, fasilitas tanpa bunga, hingga hibah kepada negara berpendapatan rendah. Alokasi dana pembiayaan ditujukan bagi proyek pembangunan ekonomi, penguatan ketahanan nasional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejarah mencatat sejak berdiri pada 1960, IDA mendistribusikan modal lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi di 115 negara. Lembaga ini bertindak selaku salah satu instrumen pembiayaan terbesar dalam pengentasan kemiskinan ekstrem secara global.

Tahapan siklus pengisian kembali dana IDA22 dijadwalkan mulai berjalan pada Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Pertemuan puncak penyerahan komitmen pendanaan bakal diselenggarakan pada Desember 2027.

Capaian akhir proses penggalangan modal bakal menentukan alokasi pembiayaan konsesional bagi 78 negara peminjam hingga 2031. Tradisi kepemimpinan ganda sejak periode IDA18 melibatkan kolaborasi antara figur independen berpengalaman serta pejabat senior utusan Presiden Bank Dunia.

Penilaian positif diberikan Bank Dunia terhadap kualifikasi kepemimpinan Sri Mulyani di ranah pembiayaan pembangunan internasional. Pengalaman panjang yang dimiliki diharapkan membawa efektivitas tinggi dalam memimpin penghimpunan modal IDA22.