Atalarik Syach Buka Suara Soal Pertemuan Anak Dan Tsania Marwa, Tunggu Dewasa Sebelum Beri Kebebasan Penuh

Atalarik Syach buka suara terkait pertemuan Tsania Marwa dan anak-anak di sekolah. Ia memilih fokus menjaga mentalitas sang buah hati.

TERKINI24.ID | Berita Selebritis – Aktor Atalarik Syach kembali buka suara mengenai hubungannya dengan mantan istrinya, Tsania Marwa, khususnya perihal akses pertemuan dengan kedua buah hati mereka. Momen interaksi antara ibu dan anak tersebut belakangan ini mulai terjalin kembali di lingkungan formal.

Atalarik Syach membenarkan anak-anaknya baru saja bertemu kembali dengan sang ibu kandung. Pertemuan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah tempat anak-anak menuntut ilmu secara tertutup.

Momen pertemuan ini menjadi perhatian publik mengingat dinamika hubungan pengasuhan anak yang terus bergulir pascabercerai. Pihak keluarga memilih melangkah secara perlahan demi menjaga kenyamanan emosional anak.

“Anak-anak terakhir kayaknya baru berapa hari yang lalu ya, ketemu di sekolah ya, sama kemarin ya,” kata Atalarik Syach saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).

Memilih Lokasi Sekolah Sebagai Opsi

Aktor berusia 53 tahun itu menyebut pertemuan di sekolah merupakan opsi yang paling memungkinkan untuk saat ini. Baginya, kenyamanan serta kesiapan dari sang anak tetap menjadi faktor penentu utama dalam setiap pertemuan.

Pilihan tempat tersebut dinilai lebih netral bagi kondisi psikologis sang buah hati. Langkah ini diambil agar interaksi dapat berjalan tanpa menimbulkan ketegangan.

“Mengambil waktu saat di sekolah, iya. Waktu sekolah, tapi kan ya belum belum bisa anaknya, tergantung anaknya juga ya,” tutur Atalarik Syach.

Menanamkan Kesabaran Kepada Anak

Menyikapi situasi yang belum sepenuhnya cair, Atalarik Syach menanamkan pemahaman kepada anak-anaknya agar tetap bersabar. Ia meminta mereka menghargai setiap momen kebersamaan yang terjalin dengan Tsania Marwa tanpa perlu merasa tertekan.

Edukasi emosional ini disampaikan agar anak-anak mampu menyikapi kehadiran ibu kandung mereka secara bijak. Pembiasaan ini diharapkan bisa membentuk kedewasaan emosi sejak dini.

“Saya minta juga anak-anak untuk bersabar, bersabar saja untuk apa namanya, menghormati waktu yang ada, momen yang ada kepada meeka juga,” jelasnya.

Menjaga Perkembangan Mentalitas Anak

Mengenai izin membawa anak-anak beraktivitas di luar lingkungan sekolah, Atalarik Syach menegaskan belum dapat memberikan keleluasaan tersebut. Ia memilih secara perlahan menjaga mental sang buah hati yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Perlindungan terhadap kondisi psikologis anak menjadi prioritas paling utama bagi dirinya saat ini. Pembatasan ini diterapkan guna menghindari hal-hal yang dapat mengganggu fokus belajar mereka.

“Saya belum bisa memberikan juga ya buat anak-anak ke mana-mana. Pelan-pelan saja, karena anak-anak masih masa pertumbuhan, secara mentalitas yang paling penting,” terangnya.

Menunggu Kematangan Usia Anak

Atalarik Syach menyadari perselisihan rumah tangga masa lalu merupakan ranah orang dewasa yang belum sepenuhnya dipahami oleh anak-anak. Ia memilih menanti sampai kedua buah hatinya cukup dewasa untuk mencerna persoalan tersebut sebelum memberikan kebebasan penuh.

Pemahaman mengenai akar permasalahan keluarga membutuhkan tingkat kedewasaan berpikir tertentu. Oleh karena itu, pengawasan ekstra masih terus diberlakukan hingga saatnya tiba.

“Anak-anak tuh masih belum paham permasalahan orang tua. Saat anak beranjak dewasa dan memahami semuanya tentang permasalahan dalam kehidupan ini, kehidupan berumah tangga ini, kalau mereka sudah paham, baru saya mungkin agak lebih bisa melepas gitu, doa saja,” pungkasnya.

Langkah yang diambil oleh Atalarik Syach ini menegaskan kehati-hatiannya dalam mengawal perkembangan tumbuh kembang anak di tengah dinamika pascaperceraian. Harapan besar tetap dipanjatkan agar masa depan serta kesehatan mental kedua buah hatinya tetap terjaga dengan baik.