Penyelenggaraan pesta olahraga terbesar se-Asia memasuki babak baru lewat penyalaan api obor pertama di Tokyo sebagai tanda dimulainya hitung mundur ajang internasional ini. Para kontingen dari berbagai negara akan merasakan pengalaman tinggal di fasilitas akomodasi unik berbasis kapal pesiar dan kontainer pengiriman.
Penyalaan Api Dan Kirab Obor
Tepat sebulan lagi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang akan digelar. Api Asian Games telah dinyalakan, menandai pesta olahraga Asia itu bakal segera dimulai. Penyelenggara menyatakan persiapan memasuki tahap akhir dan menjanjikan pengalaman yang unik bagi peserta.
Upacara penyalaan api pertama dari tiga rangkaian upacara menjelang Asian Games 2026 telah dimulai Selasa (18/8/2026). Mengusung slogan ”Api Pemersatu bagi Semua” (A Uniting Flame for All), api pertama dinyalakan di depan kaldron (bejana api) yang digunakan pada Asian Games Tokyo 1958.
Sprinter legendaris Jepang, Yoshihide Kiryu, bertugas menyalakan obor di Stadion Nasional Tokyo tersebut. Setelah menjadi tempat perhelatan Asian Games 1957, stadion itu sebagai salah satu lokasi perlombaan Olimpiade Tokyo 2020 yang sebagian besar digelar tanpa penonton dan ditunda setahun karena pandemi Covid-19.
Kiryu mengatakan, acara olahraga terbesar di Asia ini akan memberikan momen kegembiraan setelah sebagian besar penggemar tidak dapat hadir di Olimpiade. ”Bagi para atlet, sorak-sorai memberi Anda kekuatan,” ucapnya.
Sudah menjadi tradisi bahwa menjelang Asian Games diadakan kirab obor sebagai simbol persatuan, persahabatan, dan inspirasi untuk generasi muda. Setelah api pertama di Tokyo, obor dibawa untuk menyalakan api di lokasi simbolis kedua, yaitu Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, tepatnya di lokasi Api Perdamaian, Kamis (20/8/2026).
Hiroshima menjadi kota kedua di Jepang yang menjadi tuan rumah Asian Games, yakni pada 1994. Api yang dinyalakan di kedua lokasi tersebut kemudian disatukan dalam Upacara Penyalaan Obor di Kastel Nagoya pada 22 August 2026.
Dari sana, kirab obor melintasi 40 wilayah administratif di Prefektur Aichi. Rangkaian ini mencakup kirab antarsekolah yang melibatkan 14 sekolah pada tanggal 7 hingga 15 September 2026.
Kirab akan berakhir pada 18 September 2026 atau sebelum upacara pembukaan, saat kaldron Asian Games dinyalakan sebagai tanda dimulainya secara resmi Asian Games edisi ke-20.
”Membawa semangat sejarah, harapan akan perdamaian, dan aspirasi bagi masa depan Asia, obor ini akan menandai dimulainya hitung mundur menuju pembukaan Aichi-Nagoya 2026,” demikian pernyataan panitia penyelenggara, Ainagoc.
Skala Kompetisi Dan Kontingen Indonesia
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menghadirkan lebih dari 11.000 atlet dan 6.000 ofisial dari 45 negara dalam kompetisi selama 16 hari, dari 19 September hingga 4 Oktober. Ajang ini akan mempertandingkan 43 cabang olahraga dan 71 disiplin serta memperebutkan 1.407 medali dalam 469 nomor pertandingan.
Di antara mereka yang akan beraksi adalah atlet panjat tebing peraih emas Olimpiade Paris 2024 asal Indonesia, Veddriq Leonardo. Veddriq menjadi bagian dari total 432 atlet Indonesia yang bersaing di 35 cabang olahraga.
Inovasi Fasilitas Akomodasi Atlet
Ainagoc menjanjikan para atlet memiliki pengalaman unik di Asian Games. Hal ini tak lepas dari inovasi yang dilakukan panitia, seperti membuat akomodasi atlet sementara dengan menyewa kapal pesiar Italia, Costa Serena, dan membuat ”vila” dari kontainer pengiriman.
Dalam laporan di Pertemuan Delegasi Teknis pertama, April lalu, panitia penyelenggara menyebut akan lebih dari setengah jumlah atlet berada di kota Nagoya. Sebanyak 4.600 di antaranya tinggal di kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Nagoya.
Atlet yang tinggal di kapal berasal dari panahan, bola basket 3×3, kano/kayak (sprint), balap sepeda gunung dan BMX, sepak bola putra, senam, bola tangan, judo, kabaddi, kurash, seni bela diri campuran, dayung, rugby, sepak takraw, panjat tebing, squash, tenis, angkat besi, gulat, dan wushu.
Sementara itu, 2.400 atlet akan tinggal di ”vila” sementara yang terbuat dari kontainer pengiriman di Garden Pier. Mereka berasal dari polo air, bola basket 5×5, sepak bola putri, jujitsu, pentatlon modern, soft tennis, voli, ditambah Chef de Mission.
Sebanyak 1.200 atlet lainnya dari bulu tangkis, kriket, sepak bola putra dan putri, serta sofbol akan tinggal di hotel.
”Bagi para atlet, akomodasi adalah tempat untuk bersantai dan bersosialisasi dengan sesama pesaing,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Ainagoc Kazuhiro Yagi.
”Untuk memastikan semua atlet dapat menikmati masa inap yang nyaman dan memberikan performa terbaik mereka, persiapan akomodasi memasuki tahap akhir,” ujarnya.
Ia menambahkan, persiapan lainnya juga telah mencapai tahap akhir. Secara bertahap, kata Yagi, suasana Asian Games pun mulai terasa. Ia berharap dapat segera menunjukkan keajaiban olahraga bagi siapa pun.




