Terkini24.id – Konfederasi bola voli Asia Tenggara resmi melakukan peremajaan kompetisi dengan mengubah nama dari SEA V-League menjadi SEA V-Cup mulai edisi 2026. Langkah ini membawa perubahan signifikan pada jumlah peserta dan format pertandingan, khususnya bagi kategori putra yang kini melibatkan enam negara untuk meningkatkan intensitas kompetisi regional.
Perubahan ini menjadi babak baru bagi olahraga bola voli di kawasan Asia Tenggara setelah dua musim berjalan sebagai SEA V-League sejak 2023.
Sebelumnya, turnamen hanya diikuti oleh empat negara, yakni Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, sebelum Kamboja bergabung pada 2025. Masuknya Myanmar pada edisi 2026 menjadikan persaingan semakin ketat.
Perubahan Format Kompetisi Putra
Pihak penyelenggara merombak total format pertandingan putra agar lebih dinamis. Enam tim peserta kini dibagi ke dalam dua grup berbeda dengan komposisi sebagai berikut:
- Fase grup terdiri dari dua pool, dengan masing-masing diisi tiga tim.
- Tim peringkat pertama dan kedua dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal.
- Tim peringkat ketiga masing-masing grup akan bertanding untuk menentukan klasifikasi peringkat kelima dan keenam.
Perubahan ini berbeda jauh dibandingkan format sebelumnya yang hanya menggunakan sistem grup tunggal. Dengan format baru ini, setiap tim harus bekerja lebih keras sejak awal untuk mengamankan posisi di fase gugur.
Status Kategori Putri dan Sistem Juara Umum
Sementara itu, kategori putri tidak mengalami perubahan format dan tetap melibatkan empat tim terbaik di Asia Tenggara. Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina akan kembali bertanding dengan sistem serupa seperti edisi-edisi sebelumnya.
Format turnamen tetap menggunakan dua leg yang diselenggarakan di dua lokasi berbeda. Ketentuan penentuan juara umum tetap berlaku sebagai berikut:
- Setiap leg akan melahirkan satu juara seri.
- Jika pemenang leg pertama dan kedua berbeda, gelar juara umum diberikan kepada tim dengan rasio kemenangan tertinggi.
Sejak turnamen bergulir pada 2022, dominasi masih dipegang oleh Indonesia dan Thailand dengan masing-masing mengoleksi tiga gelar juara seri. Timnas Putri Indonesia sendiri masih mengejar gelar pertama mereka setelah pencapaian terbaik sebagai runner-up pada edisi 2019.
Transformasi menjadi SEA V-Cup 2026 diharapkan mampu mendongkrak kualitas permainan bola voli di Asia Tenggara melalui persaingan yang lebih luas. Penambahan peserta dan penyesuaian format ini menjadi katalisator bagi tim nasional dalam mematangkan persiapan menghadapi turnamen internasional di level yang lebih tinggi.