McCoist menilai, performa inkonsisten Manchester United musim ini mencapai puncaknya dengan tersingkirnya mereka dari kompetisi piala domestik. Ia secara khusus menyoroti kurangnya keyakinan para pemain saat menghadapi tekanan.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Brighton berhasil mencetak dua gol melalui Brajan Gruda dan Danny Welbeck. Manchester United hanya mampu membalas satu gol lewat aksi Benjamin Sesko.
Secara statistik, Manchester United sebenarnya mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen. Mereka juga melepaskan 19 tembakan, di mana tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol yang cukup.
Sebaliknya, Brighton menunjukkan efektivitas luar biasa. Tim tamu hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga, namun keduanya berhasil menembus jala gawang Manchester United, memastikan kemenangan mereka.
Mentalitas Rapuh dan Kehilangan Kepercayaan Diri
Ally McCoist, yang kini dikenal sebagai pengamat sepak bola, menegaskan bahwa masalah utama Manchester United terletak pada mentalitas. “United mencatatkan banyak penguasaan bola, tapi mereka tak memanfaatkannya dengan baik,” ujar McCoist kepada TNT Sport. Ia menambahkan bahwa gol kedua Brighton menjadi pukulan telak yang meruntuhkan semangat juang tim.
Kondisi ini menempatkan Manchester United dalam ancaman serius untuk mengakhiri musim tanpa gelar. Di Liga Inggris, mereka masih tertahan di posisi ketujuh dengan 32 poin, terpaut 17 angka dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Keterpurukan ini bukan hal baru, mengingat musim lalu Manchester United hanya mampu finis di peringkat ke-15. McCoist juga merasakan perubahan atmosfer di Old Trafford. “Penonton sempat bersorak untuk gol Sesko, tapi saat peluit panjang berbunyi, suasana menjadi hening. Kini ada semacam penerimaan terhadap posisi United saat ini,” pungkasnya.
Simak berita olahraga terkini lainnya di kategori Sepak Bola.