Terkini24.id – Tanggal 5 Juli memiliki tempat tersendiri dalam almanak nasional maupun internasional karena memuat berbagai catatan sejarah yang berpengaruh bagi kehidupan berbangsa. Masyarakat sering bertanya, 5 Juli diperingati sebagai hari apa?
Faktanya, tanggal ini menjadi saksi tiga momen bersejarah yang melibatkan institusi keuangan negara, perubahan sistem politik di masa Presiden Soekarno, hingga perayaan olahraga dunia.
1. Sejarah Hari Bank Indonesia
Bank Negara Indonesia (BNI) berdiri pada 5 Juli 1946 sebagai bank sentral pertama milik pemerintah Republik Indonesia. Lembaga ini memiliki mandat utama untuk menerbitkan serta mengedarkan Oeang Republik Indonesia (ORI). Langkah ini dilakukan guna menegakkan kedaulatan ekonomi di masa awal kemerdekaan.
Meskipun fungsi bank sentral kemudian berpindah ke Bank Indonesia pada tahun 1953, tanggal 5 Juli tetap dihormati sebagai Hari Bank Indonesia. Pihak Bank Indonesia biasanya merayakan momen tersebut melalui berbagai agenda, yaitu:
- Upacara internal bagi seluruh pegawai.
- Pelaksanaan program bakti sosial kepada masyarakat.
- Penyelenggaraan seminar bertema ekonomi.
- Edukasi literasi keuangan serta digitalisasi sistem pembayaran.
2. Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Krisis politik pada dekade 1950-an memaksa Presiden Soekarno mengambil keputusan besar. Dewan Konstituante hasil Pemilu 1955 gagal menyusun UUD baru untuk menggantikan UUD Sementara 1950. Kondisi ketidakpastian ini mengancam keutuhan wilayah republik. Demi menjaga kesatuan bangsa, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang berisi:
- Pembubaran Dewan Konstituante.
- Pemberlakuan kembali UUD 1945.
- Pembentukan MPRS serta DPAS.
Generasi muda saat ini merefleksikan peristiwa tersebut melalui materi pembelajaran sejarah di sekolah maupun universitas. Diskusi publik mengenai hukum tata negara sering diadakan guna memahami dampak politik dari sistem Demokrasi Terpimpin yang lahir setelah peristiwa tersebut.
3. World Badminton Day dan Semangat Bulutangkis
Selain momen nasional, 5 Juli juga dirayakan oleh pegiat olahraga dunia sebagai Hari Bulutangkis Sedunia atau World Badminton Day. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menetapkan tanggal tersebut sejak tahun 2022. Pilihan tanggal ini diambil untuk menghormati sejarah berdirinya International Badminton Federation (IBF) pada 5 Juli 1934, yang kini dikenal luas sebagai BWF.
Komunitas, klub, serta pencinta olahraga raket merayakannya dengan cara yang beragam untuk memupuk kebugaran:
- Menggelar turnamen bulutangkis skala lokal.
- Mengadakan sesi latihan bersama dengan klub.
- Menyelenggarakan klinik pelatihan bagi anak-anak.
- Berbagi momen keseruan bermain melalui unggahan media sosial menggunakan tagar resmi BWF.
Peringatan atas tiga peristiwa ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman sejarah serta memupuk semangat kebugaran masyarakat di masa depan. Refleksi atas masa lalu menjadi fondasi bagi kita semua untuk membangun ekonomi, stabilitas sistem politik, dan prestasi olahraga nasional yang lebih baik.