TERKINI24.ID – Tiga peneliti siber dari Hacktron AI, sebuah perusahaan keamanan siber skala kecil, berhasil mengakses repositori kode internal milik OpenAI dalam kurun waktu kurang dari 72 jam. Kejadian membocorkan sistem induk ChatGPT ini menjadi sorotan luas di dunia teknologi.
Hal yang mengejutkan publik adalah alat utama yang digunakan untuk membobol pertahanan tersebut merupakan Claude, yang merupakan kecerdasan buatan buatan Anthropic selaku pesaing langsung OpenAI. Penetrasi keamanan ini menunjukkan eskalasi baru dalam pemanfaatan AI untuk pengujian peretasan.
Awal mulanya berawal dari forum bantuan OpenAI, sebuah situs komunitas berbasis perangkat lunak Discourse yang menerima unggahan gambar berformat HEIC seperti pada foto iPhone. Untuk membaca berkas tersebut, forum mengandalkan pustaka bernama libheif yang belum memasang pembaruan keamanan sejak diterbitkan setahun sebelumnya.
Awal Penemuan Celah
Pada 23 Juli 2026, para peneliti meminta Claude Opus 4.8 untuk menganalisis kode tersebut dan menuliskan program serangan. Upaya awal tersebut sempat menemui jalan buntu karena sistem pengaman server.
Model AI tersebut berhasil menemukan celah keamanan, namun tertahan oleh sistem perlindungan memori server. Kendala teknis ini sempat menghentikan alur pengujian pada hari pertama percobaan.
Keesokan harinya, Anthropic merilis versi Opus 5 yang secara signifikan meningkatkan kemampuan pemrosesan. Versi terbaru ini berhasil menghasilkan kode peretasan yang berfungsi hanya dalam hitungan jam.
Strategi Pengelabuan AI
Dalam proses penyusunan kode peretasan, sistem Claude pada awalnya sempat menolak untuk menargetkan mesin jarak jauh. Para peneliti kemudian menyusun strategi khusus untuk melewati batas keamanan internal AI tersebut.
Tiga peneliti tersebut membujuk sistem dengan menyamarkan server uji coba milik mereka sendiri sebagai bentuk latihan pelatihan keamanan. Pengondisian lingkungan ini membuat AI menganggap tindakan penyerangan sebagai bagian dari simulasi.
Sebuah berkas gambar yang telah dimanipulasi kemudian dikirimkan ke forum komunitas. Langkah ini memungkinkan mereka mengeksekusi kode secara langsung di server OpenAI dan mengambil token autentikasi sementara milik karyawan.
Akses Kode Utama
Melalui akun Codex milik salah satu karyawan yang berfungsi sebagai asisten pemrograman internal, para peneliti berhasil menjangkau Monorepo. Tempat penyimpanan tunggal ini berisi kumpulan formula utama yang membuat model AI milik OpenAI bekerja lebih cepat.
Para peneliti menghentikan aksinya di titik tersebut tanpa membaca isi dokumen internal. Sebagai bukti keberhasilan penetrasi, tim hanya meninggalkan modifikasi kode tidak berbahaya yang ditandatangani atas nama tim mereka.
OpenAI mengonfirmasi adanya pembacaan metadata secara terbatas dan langsung memperbaiki celah tersebut. Pihak perusahaan mencabut seluruh token keamanan pada 25 Juli 2026, beberapa jam setelah menerima laporan resmi dari tim peneliti yang mengikuti program bug bounty.
Dampak Keamanan Siber
Insiden keamanan yang pertama kali diungkap oleh laporan Wall Street Journal ini memberikan dampak besar bagi internal perusahaan. Presiden OpenAI Greg Brockman mengalihkan seperempat tenaga insinyurnya untuk memperkuat sektor keamanan.
Langkah darurat tersebut diambil menyusul pembobolan sistem dan peretasan pada platform Hugging Face beberapa hari sebelumnya. Celah pustaka libheif yang sama menurut laporan teknis Hacktron juga masih ditemukan pada sistem Slack, Meta, Zoom, dan Shopify.
Atas temuan celah keamanan krusial ini, tim peneliti mendapatkan imbalan sebesar 6.500 dolar AS. CTO Hacktron AI Mohan Pedhapati memberikan pernyataan mengenai keberhasilan timnya dalam pengujian ini.
“We’re just three guys with Claude and Codex subscriptions,” ungkap Mohan Pedhapati.