3 Juli Hari Pertama Masuk Sekolah, ASN Diizikan Antar Anak

Arti Snack Terkenal MPLS
Arti Snack Terkenal MPLS

Terkini24.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menginstruksikan instansi pemerintah agar memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini ditujukan bagi pegawai yang ingin mendampingi buah hati mereka pada Senin, 13 Juli 2026 sebagai Hari Pertama Masuk Sekolah.

Langkah tersebut tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat (10/7/2026). Aturan ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan peran orang tua bagi setiap pegawai ASN.

Pemberian Fleksibilitas Kerja

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di seluruh instansi pemerintah diminta memfasilitasi izin bagi ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.

“Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” kata Rini dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).

Mendukung Ketahanan Keluarga

Imbauan ini selaras dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 17/2026.

Program ini dirancang untuk mengatasi fenomena fatherless dengan beberapa tujuan berikut:

  • Memperkuat peran orang tua, terutama ayah, dalam pengasuhan anak.
  • Meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak sejak usia dini.
  • Mendukung penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

“Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak,” tutup Rini.

Melalui penerapan fleksibilitas kerja yang tepat, Rini berharap ASN tetap dapat menjaga profesionalisme serta produktivitas kerja sembari menjalankan tanggung jawabnya sebagai orang tua di momen penting pendidikan anak.